SOLOK — Universitas Negeri Padang (UNP) terus mendorong peningkatan tata kelola dan akuntabilitas Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Nagari Pianggu, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Akuntabilitas BUMNag Melalui Pelatihan Implementasi Sistem Akuntansi Terstandar dan Terkomputerisasi” itu merupakan bagian dari PKM UNP melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP dengan Skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN). Kegiatan dilaksanakan Program Studi Diploma 3 Akuntansi, Sekolah Vokasi UNP.
Pelatihan berlangsung di Kantor BUMNag dan dibuka Wali Nagari Pianggu, Safri. Kegiatan diikuti pengurus dan pengawas BUMNag Jaya Bersama Pianggu, aparatur nagari serta aparatur jorong se-Kenagarian Pianggu.
Berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan risiko keuangan serta penyusunan laporan keuangan BUMNag dengan memanfaatkan sistem akuntansi berbasis komputer.
Ketua Tim PKM, Dewi Pebriyani, SE, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pengelolaan BUMNag.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam pengelolaan BUMNag sehingga semakin tertib, transparan dan akuntabel,” ujar Dewi.
Wali Nagari Pianggu, Safri, menyampaikan apresiasi kepada UNP, khususnya LPPM UNP dan Program Studi Diploma 3 Akuntansi Sekolah Vokasi UNP, yang telah memilih Nagari Pianggu sebagai lokasi pelaksanaan PKM melalui Skema PIPN.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pengurus dan pengawas BUMNag serta aparatur nagari untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam pengelolaan risiko dan administrasi keuangan.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pengurus dan pengawas BUMNag serta aparatur nagari dalam meningkatkan tata kelola dan pengelolaan BUMNag,” katanya.
Dua Materi Strategis
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang manajemen risiko dan akuntansi.
Materi pertama disampaikan Dr. Rino Dwi Putra, SE, M.Si, dengan topik “Manajemen Risiko Keuangan BUMNag”. Peserta dibekali pemahaman mengenai identifikasi, penilaian dan pengelolaan risiko dalam menjalankan aktivitas usaha BUMNag.
Pengelolaan risiko dinilai penting karena BUMNag tidak hanya menjalankan aktivitas usaha dan mengejar peningkatan pendapatan, tetapi juga mengelola sumber daya ekonomi nagari. Dengan kemampuan mengenali risiko sejak dini, pengelola diharapkan dapat melakukan langkah pencegahan dan meminimalkan potensi kerugian.
Materi kedua disampaikan Halkadri Fitra, SE, MM, Ak, mengenai “Penyusunan Laporan Keuangan BUMNag Berbasis Komputerisasi”.
Peserta mendapatkan pemahaman tentang pencatatan transaksi, pengelolaan data keuangan hingga penyusunan laporan keuangan secara lebih sistematis dan efisien.
Penerapan sistem akuntansi berbasis komputer diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan pencatatan sekaligus mempermudah penelusuran transaksi. Laporan keuangan yang tertib juga dapat menjadi dasar bagi pengurus dalam mengambil keputusan usaha serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas kepada pemerintah nagari dan masyarakat.
Libatkan Dosen dan Mahasiswa
Tim PKM UNP terdiri dari dosen Program Studi Diploma 3 Akuntansi Sekolah Vokasi UNP. Tim diketuai Dewi Pebriyani, SE, M.Si, dengan anggota Mayar Afriyenti, SE, M.Si; Salma Taqwa, SE, M.Si; Halkadri Fitra, SE, MM, Ak; Ahmad Rahbani Sulaiman, SE, M.Ak; dan Intan Nurbaiti Fawziah, SE, M.Ak.
Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi, yakni Muhammad Syarif H dan Imam Siddik Fidel.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pembelajaran di perguruan tinggi dengan persoalan dan kebutuhan nyata di masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Kegiatan melalui Skema PIPN tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan mempertemukan kompetensi akademik perguruan tinggi dan kebutuhan nagari dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan kelembagaan serta ekonomi masyarakat.
Dorong BUMNag Lebih Profesional
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola BUMNag Jaya Bersama Pianggu. Pengelolaan risiko keuangan dan penerapan sistem akuntansi terkomputerisasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun BUMNag yang profesional dan berkelanjutan.
Sebagai lembaga ekonomi nagari, BUMNag memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan sistem administrasi dan keuangan yang tertib serta dapat dipertanggungjawabkan.
Tim PKM UNP berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas pengelolaan BUMNag Jaya Bersama Pianggu. Dengan demikian, akuntabilitas, transparansi, efektivitas dan profesionalisme pengelolaan BUMNag dapat terus ditingkatkan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan Nagari Pianggu. (r)












