UIN Mahmud Yunus Batusangkar Bakal Gelar ICHLASH ke-4, Bahas Hukum Syariah di Era Kecerdasan Buatan

Rapat persiapan ICHLASH ke-4

PADANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar akan kembali menggelar International Conference on Humanity, Law, and Sharia (ICHLASH) ke-4 pada September 2025 mendatang.

Seminar internasional dua tahunan ini telah memasuki edisi keempat dan menjadi bukti konsistensi Fakultas Syariah dalam menghadirkan forum ilmiah global yang membahas isu-isu terkini dari perspektif hukum, kemanusiaan, dan syariah.

Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Dr. Elsy Renie, menjelaskan ICHLASH tahun ini akan mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni Sharia and Law in the Artificial Intelligence Era: Challenges and Opportunities for the Future of Human Dignity ((Tantangan dan Peluang Syariah dan Hukum di Era Kecerdasan Buatan: Masa Depan Martabat Kemanusiaan).

Baca Juga  Jembatan Aneh di Padang Pariaman, 'Terenyak' tapi tak Patah

“Tema ini dipilih karena kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, dan penting untuk melihat bagaimana hukum dan nilai-nilai syariah merespons realitas baru ini,” ujar Dr. Elsy Renie.

Konferensi akan menghadirkan sejumlah pakar ternama dari berbagai negara. Di antaranya, Dr. Abbas Raza Ali, seorang pakar kecerdasan buatan asal London, Inggris, yang telah berpengalaman dalam proyek AI di beberapa negara seperti Tiongkok dan Uni Emirat Arab.

Selain itu, akan hadir pula para akademisi dan praktisi hukum Islam dari Indonesia, Malaysia, Irak, dan Mesir. Mereka akan berbagi pandangan dan hasil riset tentang bagaimana hukum dan syariah dapat merespons dinamika teknologi serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan di era kecerdasan buatan.

Baca Juga  PBVSI Padang Pariaman Kembangkan Olahraga Bola Voli

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., dijadwalkan menjadi keynote speaker dalam konferensi ini.

“ICHLASH menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan ilmiah lintas negara dan disiplin. Ini bagian dari upaya kami memperluas cakrawala akademik serta menjawab tantangan global dari perspektif keislaman,” tambah Dr. Elsy.

Sementara Ketua Panitia ICHLAS ke-4 Dr. Nailurrahmi menyebut, tema tentang kecerdasan buatan bakal menjadi bahasan menarik dalam kegiatan nantinya.

“ICHLASH ke-4 ini diperkirakan akan diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi hukum dan teknologi dari berbagai negara,” katanya didampiingi Wakil Ketua Panitia Arifki Budia Warman, MH., dan sekretaris Roni Efendi, MH.. (r)