Padang – UIN Imam Bonjol Padang sukses mewisuda sebanyak 1001 lulusan Angkatan ke-95 dalam dua gelombang, di Gedung J Kampus lll Sungai Bangek UIN Imam Bonjol Padang, Sabtu-Minggu (18-19/4). Tema wisuda kali ini Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, “Menjadi Imam Mencerah Peradaban,” menuntut sebuah tanggung jawab ontologis yang teramat massif.
Menurut Rektor, menjadi Imam tidaklah sekadar bermakna berdiri memimpin di barisan paling depan di
dalam masjid. Dalam lanskap keilmuan Islam, menjadi Imam berarti harus sedia menjadi jantung yang memompa darah moralitas dan nalar kritis ke seluruh urat nadi masyarakat.
“Anak-anakku dipanggil untuk menjadi pemimpin pemikiran, yang
membawa pelita cahaya di tengah pekatnya kabut zaman. Untuk memanggul mandat yang berat ini, almamater tercinta menuntut tiga janji kesetiaan abadi dari anak-anakku sekalian,” katanya saat memberikan sambutan.
Ia mengatakan, gelar sarjana yang berhasil direngkuh saat ini, bukanlah piala kemenangan pribadi. Gelar ini adalah buah dari lantunan doa-doa panjang ibunda yang menyobek keheningan di sepertiga malam.
“Gelar ini adalah kristalisasi dari keringat ayahanda yang tak pernah menyerah pada kejamnya kehidupan demi melihat anaknya terdidik dan terhormat,” ungkapnya.
Perjuangan merajut ilmu memang mulia, namun ia hanya bisa bercahaya karena ada aliran restu dari orang tua dan keluarga yang menyertainya. Jadikanlah ilmu ini sebagai mahkota cahaya, yang kelak akan kalian pakaikan di kepala ayah dan ibumu di hadapan Sang Maha Pencipta.
“Anak-anakku yang sangat saya banggakan, ingatlah satu hal, ijazah bukanlah sekadar kertas tanda kelulusan. Ia adalah secarik surat mandat dari peradaban,” ucapnya.
Sementara Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar,
yang juga Ketua Harian PP ILUNI UIN IB Padang M.Rifki, berpesan kepada juniornya agar segera bersiap, karena wacana dan rencana penerimaan 1.600 lebih pegawai di Kementerian Haji dan Umrah.
“Semoga akan segera ada kabar pembukaan lowongan CPNS besar-besaran tahun ini,” katanya.
Ia mengatakan, kondisinya saat ini memang ASN di Kementerian Haji dan Umrah masih minim. Seharusnya punya ASN yang jumlahnya bisa mencapai 500 jiwa se-Sumbar.
“Tapi sekarang baru sekitar 100 ASN,” tuturnya.
Dengan bersiap diri dari sekarang, maka saat lowongan CPNS dibuka, bisa segera memasukkan persyaratan yang dibutuhkan. Ia mendoakan, lulusan UIN IB Padang bisa sukses menjadi ASN di Kementerian Haji dan Umrah. (Hendri)












