Padang  

Tradisi Selaju Sampan Hidupkan Batang Arau, Ribuan Warga Padati Festival HJK Padang ke-356

PADANG — Suasana meriah membalut pesisir Sungai Batang Arau, saat Lomba Selaju Sampan Piala Wali Kota Padang resmi dibuka di Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kamis (7/8/2025).

Acara tahunan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 dan berhasil menyedot perhatian ribuan warga yang tumpah ruah menyaksikan tradisi kebanggaan pesisir tersebut.

Wali Kota Padang Fadly Amran secara simbolis membuka lomba dengan pemukulan gendang tabuh, didampingi Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Ketua Panitia HJK Didi Aryadi, Ketua GOW Sri Hayati Maigus Nasir, serta unsur Forkopimda Kota Padang.

Antusiasme warga menjadi penanda kuat bahwa tradisi Selaju Sampan masih menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly menegaskan bahwa lomba ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang pelestarian budaya pesisir dan penguatan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Baca Juga  Nasrul Abit Terima Penghargaan dari MenPAN RB

“Kegiatan ini adalah cerminan kekuatan tradisi masyarakat Kota Padang. Kami berkomitmen untuk mengadakan Festival Selaju Sampan ini setiap tahun di Seberang Palinggam,” ujar Fadly.

Fadly juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung.

“Karena ini bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai daya tarik wisata unggulan Kota Padang ke depan,” tambahnya.

Ketua Panitia Mega Nanda menjelaskan bahwa tahun ini lomba diikuti oleh 25 tim, masing-masing dengan dua insert (sampan), sehingga total ada 50 unit sampan yang bertanding. Lomba berlangsung selama empat hari, dari 7 hingga 10 Agustus 2025.

Para pemenang akan membawa pulang hadiah utama berupa uang tunai dan trofi kehormatan Wali Kota Padang.

Persaingan paling ketat terjadi di Grup Pol B, yang mempertemukan dua regu unggulan dari Seberang Palinggam dan Palinggam.

Baca Juga  Obati Galau Pejabat Fungsional, Pemko Padang Gelar Pelatihan

Pertarungan antara tim remaja POD SP dan tim dewasa Awas Yo berlangsung sengit. Meski POD SP tampil agresif, kemenangan akhirnya diraih oleh Awas Yo berkat kekompakan dan stabilitas dalam mendayung.

Suasana pertandingan makin semarak berkat iringan musik tradisional dari grup Saiyo Sakato yang membawakan lagu-lagu Minang penuh semangat.

“Melihat semangat anak muda melawan seniornya itu menghibur sekali. Seru tapi tetap sportif,” kata Doni (35), warga setempat yang hadir langsung menyaksikan lomba.

Festival Selaju Sampan bukan sekadar kompetisi, melainkan warisan budaya pesisir yang menanamkan nilai gotong royong, sportivitas, dan rasa kebersamaan antarkampung.

Tradisi ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi sekaligus wahana pelestarian identitas Kota Padang di tengah arus modernisasi. (Benk)