PADANG — Sayup-sayup, alunan lagu Selamat Datang Pahlawan Muda dari marching band KRI Bima Suci terdengar merdu, menyatu dengan semilir angin laut Teluk Bayur, Sabtu (9/8/2025) pagi.
Denting musik itu menyambut kedatangan kapal layar kebanggaan TNI Angkatan Laut, yang bersandar megah di dermaga Pelabuhan Teluk Bayur.
Suasana pagi yang hangat berubah menjadi panggung kebanggaan maritim. Puluhan warga mulai berdatangan, sebagian membawa anak-anak, untuk menyaksikan dari dekat kemegahan kapal latih modern pengganti legendaris KRI Dewaruci ini.
Bagi banyak orang, melihat KRI Bima Suci bukan hanya kesempatan langka, tapi juga pengalaman yang membangkitkan rasa cinta tanah air.
Kehadiran KRI Bima Suci menjadi salah satu kejutan manis dalam perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356. Selama empat hari, 9–12 Agustus 2025, warga bisa menaiki kapal secara gratis, berkeliling dek, dan berinteraksi langsung dengan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) serta kadet dari 21 negara ASEAN dan mitra internasional lainnya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir dalam penyambutan, menyebut KRI Bima Suci sebagai “kado istimewa” untuk warga.
“Silakan manfaatkan momen emas ini. Naiki KRI Bima Suci, saksikan kemegahannya, dan tambahkan wawasan kemaritiman. Tidak setiap hari kapal kebanggaan ini bersandar di Padang,” ujarnya penuh antusias.
Tak hanya menyajikan pengalaman maritim, kunjungan KRI Bima Suci juga menjadi simbol keterbukaan Kota Padang terhadap dunia. Menurut Fadly, kehadiran kapal ini sejalan dengan semangat Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City, yang memadukan pesona laut, potensi ekonomi, dan kekayaan budaya.
Ketua DPRD Padang, Muharlion, turut mengajak warga untuk memanfaatkan transportasi Trans Padang menuju lokasi.
“Dengan Trans Padang, warga bisa datang dengan biaya murah dan nyaman. Rasakan sensasi berada di atas KRI Bima Suci, ini momen yang sangat membanggakan bagi kita semua,” katanya.
Dari sisi TNI AL, Wakil Komandan Lantamal II Padang, Kolonel Laut (P) Mulyadi, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pelayaran etape kedua misi Kartika Jala Krida (KJK) 2025 dan ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2025.
Selain kunjungan publik, agenda juga meliputi visit culture, sosialisasi kemaritiman untuk pelajar dan mahasiswa, kirab kota, Gowes Siti Nurbaya Adventure, hingga penampilan di malam penutupan Xploria HJK ke-356.
Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, mengungkapkan pelayaran ini membawa 97 taruna AAL Angkatan ke-72, taruna dari matra lain, serta 54 peserta internasional.
Setelah dari Padang, kapal akan melanjutkan pelayaran ke Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Tarakan, Makassar, dan kembali ke Surabaya.
“Kami senang bisa ikut memeriahkan HJK Kota Padang dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ucapnya.
Selama empat hari bersandar, KRI Bima Suci diharapkan menjadi jembatan antara warga dengan dunia kemaritiman, sekaligus menanamkan kebanggaan bahwa Indonesia adalah negara bahari yang besar.
Dan di Pelabuhan Teluk Bayur, rasa bangga itu terlihat jelas dari senyum para pengunjung yang melangkah naik ke geladak kapal putih megah itu. (Benk)












