Padang  

Terancam Batal Maju Pilgub Sumbar, Genius Umar Angkat Bicara

Irjen Fakhrizal dan Genius Umar. (ist)

Padang – Bakal calon (Balon) Wakil Gubernur Sumbar Genius Umar jalur perseorangan angkat bicara usai menghadiri rapat pleno terbuka hasil verifikasi faktual syarat dukungan perseorangan oleh KPU Sumbar. Ia tidak menerima hasil verifikasi yang dilakukan KPU Sumbar.

“Kami protes ada kekurangan berkas dukungan dari hasil verfak tersebut,” ucap dia.

Menurut dia, angka tersebut sangat jauh dari jumlah dukungan yang diajukan timnya yaitu sekitar 336 ribu lebih pendukung.

Kekurangan tersebut hampir merata kabupaten/kota di Sumbar. “Saya tetap tidak akan menerima atau menyetujui hasil rekap KPU,” tegas dia.

Genius Umar bakal calon Wakil Gubernur Sumbar jalur perseorangan protes saat rekapitulasi verifikasi faktual dukungan pasangan calon independen balon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Ketika KPU membaca hasil verifikasi faktual, Genius mengajukan keberatan hasil verifikasi faktual dilakukan KPU.

“Angka tersebut sangat jauh dari jumlah dukungan yang diajukan timnya yaitu sekitar 336 ribu lebih pendukung,” kata dia.

Menurut Genius, persoalan yakni tidak ada ketentuan peraturan KPU dimana Panitia Pemungutan Suara (PPS)
yang mendatangi rumah pendukung hanya satu kali. Sehingga dampak calon pendukung hanya tidak ditemui jumlah capai 100 ribu. Ini merugikan Balon pasangan perseorangan

“Tugas menemui pendukung adalah tugas KPU Sumbar, tetapi seolah-olah ini menjadi tugas tim sukses pasangan calon. Jika benar cara ini dilakukan, maka suara 336 ribu orang itu pasti akan ditemukan,” jelas Genius Umar.

Persoalan lainnnya yaitu ada formulir B 51 KWK yang mensyaratkan formulir harus di tanda tangani pendukung. Padahal, menurut Genius, tidak ada dalam peraturan KPU RI.

Genius mencontohkan di KPU kabupaten kota tidak mensyaratkan itu, tetapi di provinsi malah disyaratkan.

“Jadi seolah ada pesanan khusus untuk mengacaukan situasi, akibatnya banyak kekurangan suara kita, ini harus diperbaiki. Ada 300 ribu lebih suara rakyat yang dipermainkan,” ucap dia.