Setelah menembus cetak ke-40 di Grasindo, Gramedia grup, novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, terbang ke negeri jiran. Dicetak di sana dan diluncurkan seketika.
Novel karya JS Khairen itu berganti judul jadi, Dompet Ayah Kasut Ibu. Kata “kasut” ada dalam Kamus Dewan Malaysia dan KBBI di Indonesia. Artinya sama.
Novel itu diterjemahkan ke Bahasa Melayu atau Bahasa Malaysia. Tak banyak perubahan. Yang sedikit itu misalnya listrik jadi elektrik.
Di Malaysia novel best seller ini hadir dari tangan penerbit Media Inspirasi Nusantara.
Pelincuran dilakukan pada pameran buku Kuala Lumpur di Pasar Central, sebuah cagar budaya buatan 1880 yang sudah dipugar dan ramainya minta ampun.
“Bukan nak menekan-nekan tapi banyak lagi buku kat atas,” bunyi sebuah spanduk. Maksudnya, tak hendak memaksa tapi banyak sekali buku di atas. Pameran memang berlangsung di lantai satu dan dua.
Pameran bertajuk, “ KL Alternative bookfest,” KLAB 2026 itu, memang meriah. Buku dalam negeri dan dari Indonesia terlihat dipajang di beberapa stand.
Peluncuran novel JS Khairen itu berlangsung, Ahad 1 Februari 2026. Hadir banyak peminat buku dan pembaca karya-karya JS Khairen serta orang- orang yang ingin kenal. Hadir juga Zena dan Asrul duo tokoh dalam novel tersebut.
“Temu mesra penulis Dompet Ayah Sepatu Ibu, JS Khairen, 4 – 5 petang,” bunyi sebuah pengumuman. Selain novel itu juga diluncurkan karya dia yang lain, “Hadiah Terbaik.”
Selain Dompet Ayah Sepatu Ibu, novelnya “Kado Terbaik,” sudah naik cetak 14 kali.
Novel-novelnya berjumlah 18 dicetak PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia itu, dipromosi dengan baik di IG nya.
Di medsos yang sama ia sering juga postingan yang kritis dan berisi misal tentang bencana Sumatera dan terakhir seorang anak yang bunuh diri di NTT.
Menurut admin manajemen JS Khairen, Afiful Asraf, minat baca Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini semakin membaik. Buktinya, kata dia, bisa cetak 40 kali.
Tampak stand novelnya dikerubungi dan para pembeli meminta tandatangan penulis.
Ini langkah internasional novelis tersebut. Ke depan ia akan membidik banyak negara di Asia bahkan Eropa. (*)












