SMAN 3 Sawahlunto Terapkan Absen Digital Barcode Pertama di Sumatera Barat

Sawahlunto – Untuk meningkatkan kualitas kedisiplinan peserta didik, SMAN 3 Sawahlunto menerapkan sistem absensi digital berbasis barcode. Program ini disebut sebagai yang pertama di Sumatera Barat.

Kepala SMAN 3 Sawahlunto, Ben Zuheri, menjelaskan bahwa absensi dilakukan dua kali, yakni saat jam masuk sekolah dan jam pulang. Melalui sistem ini, pihak sekolah maupun orang tua dapat mengetahui kehadiran anak selama proses belajar. “Dengan absensi digital barcode, orang tua bisa langsung memantau keberadaan anaknya di sekolah,” ujar Ben Zuheri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/9).

Lebih lanjut, Ben Zuheri menyampaikan bahwa sekolah yang ia pimpin terus berupaya meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Selain belajar di kelas, siswa juga aktif dalam berbagai kegiatan seperti silat tradisional, bola voli, serta kultum 45 menit setiap minggu ke-3, di mana penceramahnya adalah siswa dan guru bertindak sebagai penanggap,” jelasnya.

Kegiatan keagamaan juga mendapat perhatian, di antaranya wirid rutin yang dilaksanakan di Masjid Mujahidin, Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin. Selain itu, sekolah mengadakan gotong royong massal sebulan sekali di jalan utama kota yang berdekatan dengan lokasi sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga  Berusia Lebih Satu Abad, Gedung PT BA UPO Sawahlunto Disulap Jadi Hotel Bintang Empat

Terkait prestasi, Ben Zuheri mengungkapkan bahwa setiap tahun sebagian besar lulusan SMAN 3 berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. “Alhamdulillah, tahun lalu sebanyak 53 persen siswa kami diterima di berbagai PTN seperti UNP, Unand, Unsri, dan IPB Bogor,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah bertekad terus meningkatkan mutu pendidikan agar semakin diminati masyarakat. “Tahun ajaran 2025 ini jumlah murid mencapai 131 orang, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 128 orang,” pungkas Ben Zuheri.

(sbd)