Sentil Direksi BUMN! Dony Oskaria : Jangan Jadi Bos, Pimpin Pakai Hati

PADANG – Suasana di Wisma Indarung mendadak tegang saat COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memberikan pengarahan tegas di hadapan jajaran direksi, komisaris, dan pejabat PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026). Dony menyoroti adanya penurunan semangat dan visi yang mengancam keberlangsungan perusahaan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut.

Dony Oskaria tidak ragu melontarkan kritik pedas terkait kondisi fisik aset-aset perusahaan yang dinilai terbengkalai. Menurutnya, aura sebuah perusahaan besar seharusnya tercermin dari cara mereka merawat lingkungan sekitarnya.

Ia menyoroti kondisi rumah dinas yang tak terurus, sekolah yang kurang rapi, hingga GOR yang tampak tidak terawat. Perubahan dari sisi luar dianggap sangat krusial agar Semen Padang tetap menjadi kebanggaan satu-satunya di Sumbar.

Dony menekankan bahwa kehancuran sebuah perusahaan sering kali dimulai ketika direksi hanya duduk di kantor tanpa memiliki visi yang dikawal dengan hati. Ia meminta para pemimpin di Semen Padang untuk lebih dari sekadar memberi perintah.

Baca Juga  Sudah Diresmikan Presiden Jokowi Terminal Type A Anak Air Padang Masih Sepi

“Direksi harus punya visi yang jelas dan percaya pada visi yang ia buat sendiri. Ia mesti mengawal dan mengontrolnya. Pemimpin harus mampu mengomunikasikan ke jajarannya. Jangan jadi bos,” ujar Dony.

Biang Kerok Laba Tipis: Bubarkan Mega Distributor

Terkait kondisi finansial di grup Semen Indonesia, Dony mengungkap fakta pahit mengenai laba yang tergerus. Meski menjadi pemimpin pasar, keuntungan yang didapat sangat tipis karena banyaknya anak perusahaan yang merugi.

Salah satu poin tajam yang ia sampaikan adalah desakan untuk membubarkan Mega Distributor. Ia menilai keberadaan lembaga tersebut tidak perlu karena hanya mengambil porsi laba yang seharusnya milik induk perusahaan. Dony juga menginginkan adanya Direktur Bisnis di setiap anak perusahaan (opco) untuk mengendalikan penjualan produk yang selama ini didominasi holding.

Danantara: Era Baru Super Holding BUMN

Sebagai Kepala BP BUMN, Dony menjelaskan peran Danantara sebagai super holding yang akan menyatukan BUMN di bawah satu payung besar untuk saling membantu. Ia mencontohkan kehancuran Krakatau Steel sebagai akibat dari pengelolaan yang tidak menggunakan hati dan visi.

Baca Juga  Posko Semen Padang Peduli Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandang, Ilham Akbar: “Prioritas Kami Adalah Keselamatan Warga”

Beberapa poin penting transformasi BUMN di bawah Danantara:
Normalisasi Laba: Sejatinya laba BUMN menyentuh Rp332 triliun pada 2025, namun turun ke kisaran Rp280-285 triliun akibat penyesuaian nilai aset.
Hilirisasi Masif: Danantara baru saja meresmikan proyek hilirisasi di 13 lokasi secara serentak dengan total investasi fantastis mencapai US$7 miliar.
Aksi Korporasi: Penyelamatan telah dilakukan untuk perusahaan besar seperti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel.

Dengan transformasi ini, Dony berharap PT Semen Padang kembali bangkit dengan kepemimpinan yang bervisi kuat, karena baginya, apapun urusan di Sumatera Barat, ujung-ujungnya tetap ke Semen Padang. (*)