Padang  

Semen Padang Apresiasi Program Bedah Rumah UPZ BAZNAS: Bantu Novrida Miliki Hunian Layak

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis

PADANG – PT Semen Padang menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar melalui dukungan terhadap program bedah rumah UPZ BAZNAS.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Iskandar Zulkarnain Lubis, menyatakan bahwa rumah layak untuk Novrida adalah contoh nyata dari zakat yang tepat guna.

“Ini adalah program berdampak. Kami sangat mengapresiasi inisiatif UPZ BAZNAS Semen Padang dalam menjadikan zakat sebagai alat bantu kesejahteraan warga,” kata Iskandar, Rabu (11/6).

Novrida, warga Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, adalah salah satu penerima manfaat dari program tersebut. Rumahnya yang dulunya nyaris roboh kini tengah dibangun ulang berukuran 4×6 meter.

Baca Juga  PT Semen Padang Gelar Seminar K3, Tegaskan Komitmen Zero Fatality di Lingkungan Kerja

Menurut Iskandar, perusahaan mendukung penuh program UPZ BAZNAS yang sejalan dengan nilai-nilai sosial PT Semen Padang, termasuk pemberdayaan komunitas dan penguatan kesejahteraan.

“Kami berharap, lebih banyak zakat yang dikumpulkan, lebih banyak pula masyarakat yang terbantu,” ujarnya.

Program ini juga menjadi salah satu elemen penting dalam strategi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang fokus pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

PT Semen Padang, lanjut Iskandar, akan terus memperkuat sinergi dengan UPZ BAZNAS, pemerintah, dan lembaga sosial lainnya dalam mendorong berbagai program kesejahteraan.

Baca Juga  Ikuti Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan PT Semen Padang, Tingkatkan Kemampuan Peserta Kelola Usaha

“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain bedah rumah, UPZ BAZNAS juga telah menjalankan berbagai program lainnya seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif.

“Harapannya, semua inisiatif ini bisa mendorong transformasi sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Iskandar. (*)