PADANG,- Pagi pagi sekali, sebelum subuh, mereka bangun, selesai mandi dan salat mereka mengenakan kemeja dan baju putih, celana dan rok berwarna gelap. Sebagian membuka laptop di meja kecil dalam kamar masing masing, yang lain membuka telepon genggam. “Dibaca baca juga undang undang pokok pers ini, mana tahu ditanya nanti waktu ujian” kata Hendrivon.
Hendrivon adalah salah seorang wartawan anggota PWI Sumbar asal Solok Selatan. Dia menjadi peserta Uji Kompetensi Wartawan ( UKW) yang diselenggarakan PWI Sumbar kerjasama dengan Diskominfotik Sumbar memakai uang APBD Provinsi Sumbar tahun 2025.
Bersama Hendrivon sebanyak 21 orang wartawan dan wartawati anggota PWI Sumbar menjadi peserta yang memilih tempat Edotel Hotel, milik SMK N 9 Padang.
UKW ini direncanakan pada tanggal 29 s.d 30 November, namun karena hari itu puncak serangan hidrometeorolgi, banjir besar melanda negeri ini, sehingga di undur jadi tanggal 3 s.d 4 Desember.
Para peserta akan mengikuti ujian dengan penguji yang.ditugaskan oleh PWI Pusat. Ada empat penguji, yaitu Khairul Jasmi dan Sawir Pribadi (PWI Sumbar), Amril Jambak dan Syam Irfandi (PWI Riau). Selain itu ada juga penguji pendamping yang sedang magang yaiti Sri Darmi.
“Karena musibah banjir, untuk sampai ke Padang memerlukan perjuangan berat, oto sarik, jalur jalan tak pasti sebab jalan Sitinjau Lawik ini kondisinya tak bisa dipastikan, tapi Alhamdulillah saya sampai sore kemaren di hotel setelah hampir 6 jam diperjalanan” kata Hendrivon.
Peserta dari Bukittinggi, Pasaman dan Payakumbuh lebih berat perjuangannya sampai ke Padang, memakan waktu 7 sampai 10 jam di perjalanan. “Saya dari Bukittinggi, hari Senin tanggal 1 Desember sudah bergerak ke Padang melalui kabupaten Solok, butuh waktu 7 jam dari Bukittinggi ke Padang” kata Linda Sari, peserta yang UKW untuk tingka Utama.
Beratnya perjuangan perserta UKW kali ini diakui oleh ketua PWI Sumbar Widya Navies dalam sambutannya pada pembukaan UKW itu. Kata Widya, UKW kali adalah UKW istimewa, karena perjuangan perjuangan peserta untuk sampai ke Padang ini cukup berat, .menyusul musibah banjir yang sudah sama sama kita ketahui.
“Atas perjuangan itu kami apresiasi, ini tentu menjadi catatan dan nilai plus oleh penguji, tapi kalau yang parah nilainya, jangan diluluskan pula,” kata Widia Navies berseloroh.
Sementara Kadiskominfotik Rudy Rinaldi yang diwakili oleh Sekretaris Dinas itu Oni Fajar Syahdi disamping mengpresiasi UKW ini juga menyampaikan pemahamannya tentang UKW ini. “Saya tahu untuk menjadi peserta UWK ini banyak sekali syarat administrasinya, karena ini untuk menjadi kompeten” kata Oni.
Berkaitan dengan tugas wartawan dan kaitannya dengan pemerintah, Oni menyebut UKW ini sangat strategis. “Momentum UKW tahun ini terasa sangat relevan dan mendesak, terutama melihat dinamika Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir, terutam menyangkut berita bencana hidrometeorologi, kehadiran pers dibutuhkan untuk menyampaikan informasi secara cepat akurat , empatik untuk keselematan publik”, kata Oni.
Onienambahkan, keberadaan wartawan kompeten akan sangat berperan dalam memastikan publik memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengapresiasi komitmen PWI Sumbar yang tetap menggelar UKW meski kondisi daerah masih berduka akibat bencana.
Kegiatan UKW dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan berbagai sesi penilaian. Para peserta yang lolos nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi atas profesionalitas mereka dalam menjalankan tugas sebagai wartawan. (MK).












