Selain Stunting, Anak Yatim Juga Perlu Diayomi

 

Payakumbuh – Permasalahan stunting dan ekonomi ekstrem menjadi fokus Pemko Payakumbuh. Selain permasalah itu, masih ada masalah sosial yang menjadi perhatian, yaitu anak yatim. Oleh karena itu, Pemko Payakumbuh mengalokasi anggaran untuk mengatasi persoalan itu.

Walikota Payakumbuh Rida Ananda, kepada wartawan, Rbu (14/12), mengatakan, persoalan anak yatim ini bukan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, namun menjadi tanggung jawab bersama. “Anak yatim adalah kewajiban kita, bagaimana menghidupi dan mengganggap mereka saudara. Untuk itu, kita harus berbuat untuk mereka. Semua yang ada di lingkungannya memiliki peran untuk ikut mengurusi mereka,” ujarnya.

Untuk mendukung program itu, walikota menghadiri penyerahan santunan kepada anak yatim di Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diate. Selain penyerahan santunan kepada 46 orang anak yatim, juga ada penyerahan bantuan dari walikota untuk anak-anak berpotensi stunting dan warga yang dalam kondisi ekonomi ekstrem di lingkungan tersebut.

Baca Juga  Zulmaeta Resmikan Gerai Almaz Fried Chicken di Payakumbuh

Menurutnya, dirinya merasa terharu dengan kepedulian masyarakat Tarok dalam mengayomi anak-anak yatim. Selain itu, dirinya juga memperhatikan kondisi kemiskinan di Kota Payakumbuh masih cukup banyak. Makanya harus bersama-sama mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem dan stunting, partisipasi semua lini sangat diharapkan.

“Selaku orang yang diamanatkan sebagai kepala daerah, sangat kami apresiasi, karena ini juga menjadi tanggung jawab kami. Berbuat baik dengan berbagi kepada sesama adalah perbuatan terpuji, semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Yang paling penting rasa berbagi dan kepedulian, dengan banyak berbagi banyak rezeki datang kepada kita,” tambahnya.

Untuk itu, Rida mengajak kepada masyarakat yang ekonominya mampu berbagi untuk bisa menyisihkan hartanya membantu dan menyantuni anak yatim. “Semoga masyarakat Tarok menjadi contoh bagi masyarakat kita di tempat lain, bagaimana anak yatim disantuni tak hanya saat momentum hari-hari besar saja. Tapi setiap kesempatan mereka diayomi,” katanya.

Baca Juga  RSUD dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh Gelar FKP dan Publikasi Hasil Survei Kepuasan Masyarakat

Sementara, Ketua Pengurus Mesjid Muhsinin Ulil Umri Pono Dirajo, menyampaikan, program santunan anak yatim ini telah dimulai sejak November 2020 lalu. Meski saat itu sedang pandemi Covid-19, namun tidak surut semangat masyarakat Tarok untuk berbagi kepada saat itu 32 orang anak yatim.

“Sudah Qadarullah juga, hari ini anak-anak yatim di lingkungan Tarok kini ada 46 orang anak yang berusia dini hingga sekolah tingkat SMA. Bantuannya berupa 10 Kg beras dan telur 15 butir. Dulu sebelum minyak goreng naik, kami juga memberi santunan 1 Kg minyak goreng, tapi dalam 6 bulan terakhir ditiadakan,” ucapnya. 207