Sebanyak 87 Ribu Siswa di Padang Ikuti Pesantren Ramadhan 4-25 Februari 2025

Kabag Kesra Pemko Padang, Jasman.(ist)

PADANG – Pemko Padang tetap melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan pada tahun ini yang dimulai 4-25 Februari 2025.

Konsep Pesantren Ramadhan tahun ini, betul-betul memindahkan aktivitas pembelajaran sekolah ke rumah ibadah tempat tinggal siswa masing – masing.

Pesantren Ramadhan tahun ini adalah ke – 21 kali yang diikuti sekitar 87 ribu siswa dan 1.100 tempat ibadah.

Jadi Pesantren Ramadhan itu bukan untuk siswa muslim saja, namun juga non muslim di tempat ibadah masing-masing.

“Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 tahun 2025 sudah keluar 20 Januari 2025 lalu tentang pembelajaran di Bulan Ramadhan 1446 H. Pemko Padang memang merujuk pada aturan tersebut dan tetap mengakomodir kegiatan pesantren Ramadhan yang sudah berlangsung selama 20 tahun atau 20 kali,” kata Kabag Kesra Pemko Padang, Jasman.

Disebutkannya, bedanya pesantren Ramadhan yang ke-21 ini dibandingkan tahun lalu pada sistem pembelajaran dan pengelolaannya yang melibatkan aktif para guru sekolah di lingkungan.

Baca Juga  Kantor MPP Pindah ke Plaza Andalas, Walikota Harap Makin Memudahkan Masyarakat

Lebih jauh disebutkan, para guru sekolah menjadi faktor sentral yang menjadi komponen utama menyiapkan materi bersama dengan pemateri lainnya.

Sedangkan, panitia masjid sama remaja masjid hanya memastikan kelancaran kegiatan.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, para guru sekolah hanya bersifat pendamping dengan tugas sebatas pengawas saja dan semuanya diatur pengurus masjid sama remaja masjid.

“Semua pihak dilibatkan dan bertanggung jawab dalam dalam pelaksanaan pesantren Ramadhan 1446 H ini. Dimulai dari kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat serta aparatur RT dan RW,” ujar Jasman.

Lalu, pada tahun ini materi lebih menekan pada pencegahan tawuran dan balapan liar. Tak hanya itu, juga fokus pada pemberantasan penyakit masyarakat.

Siswa yang mengikuti Pesantren Ramadhan tersebut dari kelas 4-6 SD, SMP, dan SMA.

Dikatakannya, sebelum pelaksanaan Pesantren Ramadhan tersebut para guru diberi Training of Trainer (ToT) kepada para guru tersebut untuk betul-betul menyiapkan mereka sebagai komponen utama untuk pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1446 H mendatang. Training juga diberikan kepada pengelola masjid yang melaksanakan Pesantren Ramadhan tersebut.

Baca Juga  Rutan Kelas II B Anak Air Gelar Pesantren Ramadhan

Menurutnya, pelaksanaan Pesantren Ramadhan ini tiap tahun dievaluasi dan diberikan penguatan. Sebab, program ini adalah investasi non fisik jangka panjang untuk menyiapkan pemimpin ke depan yang Akhlakul karimah serta memiliki keimanan yang kuat.

Ditambahkannya, usai pelaksanaan pesantren Ramadhan ke-21 ini dilakukan evaluasi oleh tim untuk melihat sejauh mana dampaknya terhadap para siswa.

Tentu setelah pelaksanaan pesantren Ramadhan ini, akan terlihat perubahan dari para siswa seperti semakin rajin shalat berjemaah ke masjid dan memakmurkan mesjid dengan berbagai kegiatan. Selain itu, perbuatan penyakit masyarakat yang dilakukan oleh para siswa semakin jauh berkurang dan kalau bisa hilang di tengah masyarakat.(103)