PALEMBAYAN,- Sebanya 32 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 89 orang membutuhkan perlengkapan rumah tangga terutama untuk kebutuhan memasak seperti kompor gas lengkap, periuk, kuali, piring, gelas dan sendok. Selain itu mereka juga meminta kebutuhan sekolah sekolah anak anak sebanyak 35 orang mulai murid SD sampai Mahasiswa yang di Perguruan Tinggi (PT).
Hendro (38), warga Kayu Pasak Selareh Air Palembayan, mantan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Agam mengatakan bahwa 89 korban selamat bencana Hidrometeorologi banjir longsor November lalu saat ini ditampung di 9 rumah warga di kampuang Padang Sudu Sudu beberapa kilometer dari lokasi rumahnya di Kayu Pasak.
“Awalnya mereka menempati Posko Pengungsian di SD 05 Kayu Pasak, tapi karena kekurangan air bersih disana, sementara di Padang Sudu Sudu ada sumber air dan ada pula warga yang bersedia menampung, maka mereka pindah mengungsi kesana, masing rumah menpung 9 jiwa, ” kata Hendro.
Menurut Hendro, untuk kebutuhan makan sehari hari, mereka aman, “Alhamdulillah kebutuhan makan sehari hari aman, sekarang yang mereka butuhkan alat alat masak dan alat dan biaya sekolah anak anak,” ujar Hendro.
Hendro sendiri, walaupun mantan anggota PMI Agam, sekarang tidak aktif lagi namun secara spontan turun tangan juga membantu warga korban dan terdampak bencana. “Saya ambil data di Posko, ada relawan di sana si El namanya, si El inilah yang berikan data kepada saya” katanya.
Setelah media menyampaikan kepada Hasneril, salah seorang pejabat di Dinsos Agam, Hendro kemudian mendapat telepon Hasneril.
“Sudah di Telpon Hasneril pak” Kata Hendro singkat.
Kepada media ini, Hasneril mengatakan yang bersangkutan datang langsung ke Posko Pusat di Balairung Rumah Dinas Bupati di Lubuk Basung. “Jika langsung ke Posko itu langsung disediakan, mereka bisa membawa apa yang dibutuhkan itu langsung” kata Hasneril. (MK).












