‘SAYA PULANG KAMPUNG’ : Lewat IMLF-3, Tia Darik Telusuri Jejak Lama

PADANG – ‘Saya pulang kampung,’. Kalimat itulah yang terus terlontar dari bibir, Tia Darik. Selama menjadi delegasi dari London, Inggris yang mengikuti rangkaian The Third International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-3) pada 8 – 12 Mei.

Tia Darik, urang awak menetap di London. Ialah salah satu peserta delegasi dari Ibukota Inggris yang mengikuti rangkaian kegiatan IMLF-3 pada 8 – 12 Mei.

“Saya terakhir kali ke ranah minang 13 tahun silam. Ketika ada tawaran undangan dari panitia, saya pun ikut serta,” ucap Tia Darik yang sangat bahagia bisa menelusuri tanah kelahiran orang tuanya Joesi Darik dan Rahiminar Sidik.
Dengan fasih berbahasa Indonesia, Tia Darik bercerita kalau ayahnya berasal Kampung Pisang Bukittinggi, seorang Diplomat Atase Pendidikan di KBRI London merupakan anak angkat dari anak angkat, Bapak Proklamator Bung Hatta. Sebelumnya, sang ayah seorang Politikal Sekretaris tahun  1960 – 1990.

Baca Juga  Begini Cara Mandiri Syariah Padang Bantu Perekonomian Masyarakat Terdampak Covid - 19

“Kami berdua bersaudara. Adik saya bernama Adil dan seorang anak perempuan bernama TIana,” ucap Tia Darik yang mengerti bahasa Minang sedikit-sedikit. Walaupun Tia Darik lahir dan dibesarkan di London, tapi dia sekeluarga masih berhubungan erat dengan putrì Bung Hatta, Gemala, Mutia dan Halida.
Dengan bangga ia berseru, pulang kampung. Ya, Tahun ini genap 100 tahun usia ayah saya. Dan saya ingin merayakan dengan menelusuri jejaknya kembali.

Bak gayung bersambut, keluarga besar orangtuanya mendatanginya, di malam penutupan IMLF-3 di Jam Gadang Bukittinggi. “Saya memperpanjang waktu di ranah minang. Selepas IMLF-3 ia bersama dengan temannya akan menelusuri jejak keluarga besarnya seraya berburu kuliner dan melihat ‘kekhasan’ budaya minang secara langsung,” ucap Tia Darik, seorang Desainer Perhiasan dan Batik di UK Batik dan IKat .
Tia selalu berupaya mengenakan busana Minang di setiap kegiatan kebudayaan di London. “Saya selalu promosi Indonesia di inggris dan sekarang mau promosikan Minang yang menjadi kampung halaman kedua orang tuanya,” ucap Tia Darik yang ingin belajar batik Tanah Liek. (lenggogeni)