
PADANG– Sejak pertama kali hadir pada 2017, Rumah BUMN Padang menjadi tempat bertumbuh bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatra Barat. Hingga tahun ini, sudah 501 UMKM yang merasakan pendampingan dari “rumah” yang memang dibangun untuk menguatkan ekonomi masyarakat.
“Sebanyak 103 diantaranya, baru bergabung sejak April 2025,” kata CEO Rumah BUMN Padang, Rahmad Dani Putra kepada topsatu.com member of Singgalang.
Dani menuturkan, Rumah BUMN didirikan dengan satu semangat untuk mendampingi UMKM agar mampu menjawab segala tantangan usaha. Mulai dari peningkatan kompetensi, pemasaran, hingga memudahkan akses permodalan. “Kami ingin UMKM merasa punya rumah. Tempat untuk bertanya, belajar, dan berkembang,” ujar Dani.
Melalui pelatihan dan sharing session, pelaku UMKM diajak mengikuti ritme zaman. Tahun ini saja, delapan dari sembilan pelatihan yang direncanakan sudah terlaksana, ditambah 24 sharing session. “Dalam sebulan, kami bisa mengadakan empat pelatihan. Materinya beragam, dari branding, packaging, digital marketing, sampai konten kreator,” cerita Dani, yang dikenal dekat dengan para pelaku UMKM tersebut.
Tema setiap kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan UMKM dan dinamika pasar, sambil tetap menjaga visi Rumah BUMN untuk mengembangkan ekonomi masyarakat Sumbar. Pelatihan dijalankan terjadwal oleh Divisi CSE, sementara sharing session digelar fleksibel menyesuaikan kebutuhan.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, pada Juni 2025 Rumah BUMN juga mengadakan bazar dan edukasi lingkungan melalui Lomba Mewarnai untuk anak-anak TK di Trans Studio Mini Padang. Nilai-nilai kepedulian terhadap sampah dan lingkungan ditanamkan sejak dini.
Kekuatan kolaborasi
Tak berjalan sendiri, Rumah BUMN Padang percaya bahwa membangun UMKM tidak bisa dilakukan sendirian. Mereka bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, seluruh BUMN di daerah, hingga instansi dan komunitas lainnya.
Salah satu kolaborasi terbaru adalah dengan PT Hutama Karya untuk membina 50 UMKM di Padang dan Padang Pariaman. Pembinaan meliputi pelatihan branding, digital marketing, hingga pengelolaan keuangan. Narasumber yang dihadirkan pun beragam, seperti praktisi, akademisi, profesional, hingga perbankan. “Jika pelatihannya sekarang, bulan depan kami pantau dan evaluasi. Kami ingin UMKM benar-benar merasakan hasilnya,” kata Dani.
Tak hanya itu, Rumah BUMN Padang juga mendekatkan diri kepada generasi muda. Melalui program Rumah BUMN Goes to Campus di Universitas Andalas pada 17–18 November 2025, Dani dan tim mengajak mahasiswa memahami bahwa passion bisa menjadi jalan menjadi wirausaha. “Kami ingin anak muda berani bermimpi menjadi pengusaha, bukan hanya bercita-cita jadi ASN,” ujarnya.
Rumah BUMN juga menjembatani UMKM untuk mendapatkan akses permodalan, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank HIMBARA.
Rumah BUMN Padang yang berlokasi di Jalan Diponegoro No. 17 E, Belakang Tangsi, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat tak hanya berfungsi sebagai kantor. Ia menjadi tempat singgah para pelaku UMKM, yaitu tempat kopi darat, diskusi, bahkan live streaming untuk berjualan secara online. “Kami sediakan ruangnya. Tinggal ajukan jadwal, nanti kami atur,” tutur Dani lagi.
Selain itu, Rumah BUMN menjadi tempat magang bagi mahasiswa. Tahun ini sudah masuk Batch 3 untuk Konten Kreator dan Digital Office. Kehadiran mahasiswa magang turut membantu mempermudah tim Rumah BUMN dalam memproses pembuatan konten digital, website, hingga katalog UMKM binaan. Bagi mahasiswa, ini bukan sekadar magang—tetapi kesempatan melihat langsung perjuangan pelaku usaha lokal.
Prestasi dan kebanggaan bersama
Dari Rumah BUMN, telah lahir banyak cerita sukses. Dua pelaku UMKM binaan pernah dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif Kota Padang. Keduanya adalah Opicha Craft yang mengolah sampah menjadi kerajinan dan Deta Permata Hati, perajin deta.
Selain itu, salah satu UMKM binaan juga terpilih menjadi satu dari dua UMKM yang mewakili Sumatra di ajang UMKM Kreatif tingkat nasional di Yogyakarta. Mereka juga kerap tampil di Inacraft Jakarta dan berbagai ajang yang digelar Pemko Padang maupun Pemprov Sumbar.
Ke depan, Dani menegaskan bahwa Rumah BUMN Padang akan terus melangkah bersama UMKM, memperkuat pemberdayaan, dan menjaga warisan nusantara melalui produk lokal.
“Harapan kami, UMKM di Sumbar bisa maju, percaya diri, dan menjadi tuan di negeri sendiri, bahkan bisa menembus pasar dunia,” tutupnya. (Yni)












