Tiga Lembaga Tinggi Negara Dukung Rohana Koedoes jadi Pahlawan Nasional

oleh
Rohana Koedoes diusulkan jadi pahlawan nasional
Rohana Koedoes diusulkan jadi pahlawan nasional. www.youtube.com

 

PADANG-Topsatu.com-  Pengusulan Rohana Koedoes sebagai pahlawan nasional, oleh organisasi perempuan Rohana Koedoes, mendapat dukungan dari tiga lembaga tinggi Negara. Mulai dari Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan,  Ketua DPD, Oesman Sapta Odang dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

“Ini memang bukan syarat untuk mengajukan pahlawan nasional, tapi rasanya komunikasi antar lembaga tinggi cukup perlu,”sebut Ketua Pembina Organisasi Rohana Koedoes, Ny Nevi Irwan Prayitno dan Ny Wartawati Nasrul Abit, Selasa (27/3) malam.

Dikatakannya, menjadikan Rohana Koedoes pahlawan nasional sangat penting. Selain mengangkat marwah perempuan Sumbar, juga sudah patut menyandang gelar pahlawan nasional sesuai dengan perjuangannya masa penjajahan. Meski tidak tampil dalam medan perang, tapi memperjuangkan nasib perempuan melalui pemikirannya dengan tulisan.

Selain itu, Rohana Koedoes adalah seorang perempuan pelopor pers Nasional dari Sumatera Barat. Pergerakannya melalui dunia jurnalistik melawan penjajahan Belanda dianggap sebuah modal layak menyandang predikat pahlawan Nasional.

Atas dasar itu, organisasi Rohana Kudus, Pemprov Sumbar bersama Pemkab Agam mengusulkan perempuan yang berasal dari Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam itu menjadi salah satu pahlawan Nasional.

“Beliau tidak sekadar wartawati pertama di Indonesia. Tapi, beliau juga guru dan pendiri sekolah untuk perempuan. Rohana Koedoes juga pemimpin redaksi berbagai surat kabar dan juga pendiri surat kabar Soenting Melayu,”ulasnya.

Untuk menjadikan Rohana Koedoes pahlawan nasional tinggal dukungan kajian akademis biografi Rohana Koedoes yang diseminarkan. Untuk itu organisasi Rohana Kudus menggelar seminar pengusulan Rohana Kudus sebagai pahlawan Nasional di Istana Gubernur Sumbar, pada Rabu (28/3).

Selain itu, organisasi tersebut juga menggalang dukungan dari organisasi tingkat nasional, seperti Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Dekranas. Yose

 

Loading...