Ratusan Honorer K2 Tanah Datar Minta Kejelasan Nasib

oleh
BATUSANGKAR - Tenaga honor K2 di Tanah Datar kembali menggelar aksinya dengan menyampaikan aspirasi pada Pemkab dan kantor DPRD Tanah Datar di kawasan Pagaruyung, Kamis (20/90. Ratusan tenaga honoror didominasi guru bersama tenaga medis dan administrasi itu menyampaikan nasib mereka, berharap adanya perhatian yang lebih jelas. Rombongan berbaju putih-hitam ini dalam aksi damainya memulai longmars dari kantor Diknas Tanah Datar bergerak ke kantor bupati dan kantor dewan dikawal aparat keamanan. Perwakilan Aksi Rahmadanis menyampaikan permintaannya agar adanya kejelasan nasib mereka Didampingi Ketua Forum Guru Honorer K2 Tanah Datar Agusmarianto, menyampaikan agar mereka juga bisa ikut CPNS umum karena saat ini adanya pembatasan usia dalam persyaratan maksimal 35 tahun. Bergerak ke DPRD, mereka diterima Ketua Dewan Anton Yondra didampingi beberapa anggota dewan lainnya, yang menyatakan bakal memperjuangkan aspirasi dan nasib tenaga honor ini. "Bagaimana nasib dan kehidupan tenaga honoror ini telah lama saya rasakan, karena istri saya juga berada di dalamnya, makanya semua harus dibantu dan ditolong," ungkap Anton sembari menyebut dana transportasinya pun telah mulai dinaikan dalam APBD. Ia memberi semangat pada semuanya agar jangan petah semangat untuk melaksanakan tugasnya, dan tetap berjuang hingga ke Jakarta pun. Sekdakab Hardiman bersama sejumlah pejabat menerima mereka hanya menyampaikan Pemkab belum bisa memenuhi keseluruhan tuntutan yang diajukan oleh para tenaga honorer K2 di daerah itu. Hal ini akibat bukan kewenangan daerah tapi pemerintah pusat. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Tenaga honor K2 di Tanah Datar kembali menggelar aksinya dengan menyampaikan aspirasi pada Pemkab dan kantor DPRD Tanah Datar di kawasan Pagaruyung, Kamis (20/9).

Ratusan tenaga honoror didominasi guru bersama tenaga medis dan administrasi itu menyampaikan nasib mereka,  berharap adanya perhatian yang lebih jelas.

Rombongan berbaju putih-hitam ini dalam aksi damainya  memulai longmars dari kantor Diknas Tanah Datar bergerak ke kantor bupati dan kantor dewan dikawal aparat keamanan.

Perwakilan Aksi Rahmadanis menyampaikan permintaannya agar adanya kejelasan nasib mereka Didampingi Ketua Forum Guru Honorer K2 Tanah Datar Agusmarianto, menyampaikan agar mereka juga bisa ikut CPNS umum karena saat ini adanya pembatasan usia dalam persyaratan maksimal 35 tahun.

Bergerak ke DPRD, mereka diterima Ketua Dewan Anton Yondra didampingi beberapa anggota dewan lainnya, yang menyatakan bakal memperjuangkan aspirasi dan nasib tenaga honor ini.

“Bagaimana nasib dan kehidupan tenaga honoror ini telah lama saya rasakan, karena istri saya juga berada di dalamnya, makanya semua harus dibantu dan ditolong,” ungkap Anton sembari menyebut dana transportasinya pun telah mulai dinaikan dalam APBD.

Sekdakab Hardiman bersama sejumlah pejabat menerima mereka hanya menyampaikan Pemkab belum bisa memenuhi keseluruhan tuntutan yang diajukan oleh para tenaga honorer K2.  (yusnaldi)

Loading...