Padang  

QRIS Bank Nagari Jadi Pilihan di Masa Pandemi, Transaksi di Café Hingga Sedekah

Oleh Eriandi

WARNA jingga senja masih melekat di langit saat kesibukan makin menjadi pada sebuah café di sudut kawasan GOR H.Agus Salim, Kota Padang. Yuni (39), pemilik salah satu booth di café berkonsep pujasera itu terlihat enjoy dengan kesibukannya itu. Tak hanya melayani pelanggan yang datang, ia juga masih sempat mengurus anaknya yang berusia balita.

Sesekali, pelanggan yang sudah selesai menyantap menu datang menghampirinya untuk membayar makanan. Sebagian membayar tunai. Namun, tak jarang juga yang membayar hanya dengan membawa handphone.

“Scan QRIS di sana saja,” katanya kepada salah seorang pelanggan. Ia menunjuk ke arah barcode yang berada dekat meja kasir.

Pelanggan tersebut kemudian mengeluarkan handphone, lalu membayar melalui barcode scan sesuai tagihan yang harus dibayar. Beres! Tak sampai satu menit, transaksi selesai.

“Terimakasih,” ujar pelanggan laki-laki yang datang bersama temannya.

Mengelola usaha kuliner di tengah pandemi covid-19 awalnya membuat ibu tiga anak itu sedikit pesimis. Ancaman resesi serta keterpurukan ekonomi di tengah masyarakat membuatnya ragu untuk melanjutkan usaha. Usahanya pun sempat terpukul.

Namun, ia tak putus asa. Langkah terus diayun. Dapur harus terus mengepul. Meskipun punya pekerjaan utama, tapi usaha kuliner baginya cukup penting untuk menjaga cash flow keuangan keluarga.

Karena itu, meski pandemi masih membayangi, tapi buat Yuni, yang penting adalah bagaimana usahanya terus bergerak dan aman dari covid. Berbekal kerja keras dan jejaring, usaha yang dirintis bersama suami dan adiknya itu terus berjalan.

Kini, ia makin mantap berjualan di masa pandemi. Dengan fasilitas pembayaran non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), perempuan yang tinggal di Ulak Karang itu merasa lebih aman. Pembayaran non tunai membuatnya tak terlalu banyak bersentuhan langsung dengan orang ataupun dengan uang yang riwayatnya tentu sudah melalui banyak tangan pula.

Yuni merupakan pelanggan setia Bank Nagari sejak lima tahun terakhir. Ia merasa senang dengan layanan digital yang ditawarkan bank milik Pemprov Sumatera Barat itu semenjak beberapa tahun terakhir. Terutama dengan kehadiran QRIS yang menawarkan kemudahan baginya baik saat berbelanja di tempat lain ataupun sebagai pengusaha kuliner.

Diakuinya, semenjak QRIS diluncurkan, termasuk dari Bank Nagari, lumayan banyak pelanggan yang memanfaatkan layanan tersebut. Apalagi, QRIS bisa digunakan untuk semua bank, tak eksklusif pada satu bank saja.

“Senang sekali sebagai nasabah Bank Nagari kita bisa mengikuti perkembangan layanan digital. Tak kalah dengan bank lainnya,” ujarnya kepada topsatu. Ia mengakui bahwa digitalisasi menjadi solusi dari keamanan bertransaksi di masa pandemi.

Tak hanya Yuni, pedagang di Kawasan GOR Agussalim sudah banyak yang menerima pembayaran melalui QRIS. Bahkan, jajan tahu gejrot di kaki lima seharga Rp8.000 pun bisa menggunakan QRIS.

Baca Juga  49 Advokat Peradi Dilantik

QRIS Bank Nagari

QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. Diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 dan berlaku efektif secara nasional mulai 1 Januari 2020. Sejak diluncurkan, penggunaan QRIS sebagai bagian membudayakan pembayaran non tunai semakin memasyarakat.

Tak berlama-lama, Bank Nagari cepat mengadopsi perkembangan layanan digital tersebut. Bank Nagari menjadi Bank BPD kedua di Indonesia dan pertama di Sumatera yang mengimplementasikan QRIS. Diluncurkan saat HUT ke 58 pada 12 Maret 2020, kini QRIS Bank Nagari semakin diminati nasabah.

Dengan penerapan QRIS, Bank Nagari membuktikan diri ikut berperan membantu terciptanya ekosistem ekonomi digital dan mensukseskan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang digulirkan pemerintah.

QRIS juga sebagai bagian keseriusan Bank Nagari membenahi strategi bisnisnya dalam layanan digital yang sudah dimulai sejak 2017. Saat ini, layanan digital Bank Nagari sudah meliputi Nagari Mobile Banking dan Nagari Cash Management (NCM), Nagari SMS Banking, Nagari Virtual Account, Nagari Portal Payment, Nagari Auto Debet, Nagari Kartu Debit GPN, Nagari EDC, Nagari Money, Nagari Laku Pandai, Nagari SP2D Online, Nagari E-Retribusi, Nagari Samsat Online dan lainnya. Ada juga CRM (Cash Recycle Machine) atau mesin setor/tarik tunai yang sudah hadir pada 4 kantor cabang yang mempermudah nasabah jika ingin melakukan setoran tunai tanpa harus antre di teller.

Adapun QRIS, baru empat bulan sejak diluncurkan saja, sudah 3.000 merchant yang menjadi mitra dan terus tumbuh menjadi 6.700 merchant pada akhir 2020. Total nominal transaksi QRIS di akhir 2020 itu sudah mencapai Rp13,9 miliar dengan frekuensi rata-rata 20 ribu transaksi per bulan. Pada tahun 2021 ini, Bank Nagari menargetkan akan menambah merchant QRIS 11 ribu lagi.

Dengan kondisi pandemi covid-19 dimana masyarakat banyak yang khawatir penularan virus, QRIS pun menjadi salah satu pilihan utama dalam melakukan transaksi.

Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad saat jumpa pers 15 Januari 2021 lalu mempertegas strategis bisnis Bank Nagari dalam hal layanan digital. Menurutnya, selain perbaikan kinerja, Bank Nagari di tahun 2021 ini juga terus meningkatkan layanan berbasis teknologi informasi.

“Penguatan layanan berbasis teknologi juga untuk menyiasati situasi pandemi yang membuat keterbatasan layanan di perbankan,” ujarnya.

Salah satu yang akan dilakukan adalah pembukaan buku tabungan baru dan layanan lain melalui aplikasi saja, tanpa harus antre di kantor. Teknologi lainnya yang akan dikembangkan adalah layanan dengan sentuhan layar dan meletakkannya di kantor cabang Bank Nagari. Dengan layanan tersebut, bagi setiap orang yang datang ke kantor Bank Nagari semisal untuk pencetakan kartu ATM, cukup mengisi data di layar yang disediakan, di isi sendiri dengan menggunakan layar sentuh, dan setelah itu tinggal ambil ke customer service.

Diakui Irsyad, minat masyarakat menggunakan layanan digital semakin meningkat. Dapat dilihat dari aplikasi Nagari Mobile Banking yang dapat diunduh dari playstore. Dibanding tahun 2019 yang pemanfaatannya baru pada 44.700 nasabah, naik dua kali lipat lebih pada 2020 menjadi 87.000 nasabah. Layanan digital tersebut mendukung kinerja keuangan Bank Nagari yang pada Desember 2020 berhasil membukukan aset sebesar Rp25,70 triliun dengan pertumbuhan sebesar Rp1,26 triliun atau 5,18 persen.

Baca Juga  Pedagang Pasar Sicincin Antusias Pakai QRIS

Dari Urusan Pasar Hingga Sedekah

Sejak diluncurkan, QRIS Bank Nagari sudah diterapkan di berbagai lini, mulai dari pasar, Puskesmas hingga untuk infak/sedekah. Di Padang misalnya, selain transaksi UMKM dan retribusi pasar, QRIS juga sudah digunakan untuk layanan kesehatan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) serta Puskesmas se Kota Padang.

Di Padangpanjang, outlet sayuran di terminal Agribisnis Ganting pun sudah mulai menggunakan QRIS semenjak Februari 2021. Begitu juga pada rumah makan, pasar kuliner, pasar pusat, swalayan, kafe dan restoran, masjid mushala dan pedagang UMKM.

Di Kabupaten Dharmasraya, QRIS bahkan dimanfaatkan Pemerintah Nagari Sungai Rumbai untuk pembayaran administrasi surat menyurat yang sah sebagai Pendapatan Asli Nagari (PAN). Di Kota Pariaman, QRIS digunakan di sektor pariwisata maupun perdagangan sebagai upaya menuju smart city.

Sedangkan di Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, QRIS Digunakan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin bersedekah dan membantu kaum dhuafa melalui Gerakan Jumat Berkah (GJB).

Kepala Kantor Kas Bank Nagari Tiku, Fitri Yenti mengatakan, bersama Bank Nagari, siapapun bisa menyalurkan sedekahnya melalui GJB tanpa harus datang ke bank atau ke sekretariat GJB.

“Cukup dengan mempergunakan mobile banking atau layanan Qris (QR), sedekah bisa disalurkan dari rumah atau kantor masing-masing. Dan, ini tidak terbatas hanya untuk pemilik rekening pada Bank Nagari saja, namun berlaku bagi pemilik rekening  bank lain,” katanya kepada topsatu.

Bank Nagari seperti namanya memang lahir dan sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah di ranah ini. Namun, alih-alih terlena dengan status sebagai ‘tuan rumah’, Bank Nagari semakin bersaing dengan bank-bank lainnya serta berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, seperti yang dilakukan beberapa tahun terakhir. Terutama dalam hal layanan digital yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Begitupun pembayaran non tunai melalui QRIS Bank Nagari, menjadi pilihan bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir. (*)