Pulihkan Senyum Anak Pascagalodo, UIN Bukittinggi Terjunkan Tim Trauma Healing ke Malalak

BUKITTINGGI – Duka akibat bencana galodo yang menerjang wilayah Malalak, Kabupaten Agam, meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak-anak. Menanggapi situasi tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bergerak cepat dengan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk trauma healing di MIS Toboh Malalak, Kamis (15/1/2026).

Langkah nyata ini diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang berkolaborasi apik dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FTIK UIN Bukittinggi.

Kegiatan itu menjangkau kelompok rentan, karena berdasarkan data dari Pemerintah Kecamatan Malalak mencatat sedikitnya 17 murid menjadi korban langsung galodo, sementara 76 murid lainnya terdampak. Kondisi ini menjadi alarm bagi kesehatan mental warga, mengingat anak-anak dan perempuan merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma psikologis pascabencana.

Baca Juga  Pemko Bukittinggi Cairkan Honor Guru Agama dan Garin

Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddur Kamal, yang memimpin langsung delegasi ini menegaskan kehadiran mereka adalah bentuk tanggung jawab moral kampus.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kegiatan trauma healing ini adalah komitmen berkelanjutan UIN Bukittinggi untuk memastikan pemulihan psikologis masyarakat di wilayah terdampak bencana lainnya,” tegasnya.

Suasana haru sekaligus ceria mewarnai MIS Toboh Malalak saat tim relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi BK mulai berinteraksi dengan siswa. Berbagai metode psikososial diterapkan untuk mengikis rasa takut anak-anak.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr. Linda Yarni menjelaskan pendampingan yang tepat sangat krusial agar kesehatan mental penyintas tetap terjaga. Senada dengan itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Dr. Arjoni, M.Pd menyebut aksi ini sebagai rehabilitasi mental yang mendesak dilakukan.

Baca Juga  Humas UIN Bukittinggi: Jangan Hakimi Sebelum Ada Putusan Hukum Tetap

Tak hanya membawa tim ahli, UIN Bukittinggi juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket buku dan perlengkapan alat tulis. Bantuan ini diharapkan dapat memicu semangat anak-anak untuk kembali bersekolah meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Melalui kolaborasi ini, UIN Bukittinggi berharap para siswa di MIS Toboh Malalak dapat segera bangkit, pulih secara emosional, dan mampu beradaptasi kembali dengan kehidupan normal yang lebih sehat dan optimis. (gdo)