KOTA SOLOK – Pascabencana banjir yang melanda Kota Solok tahun lalu, Pemerintah Kota Solok fokus pemulihan infrastruktur serta peningkatan pelayanan dasar pasca bencana.
Di samping itu, edukasi kebencanaan juga menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Solok untuk bangkit bersama masyarakatnya.
Hal ini disampaikan Walikota Ramadhani Kirana Putra dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.

Dikatakan, OPD ( Organissi Perangkat Daerah ) terkait, di lingkungan Pemko Solok telah diperintahkan untuk mengeksekusi langkah-langkah strategis yang disiapkan dalam pemulihan bencana.
Ia berharap, adanya pengalokasian anggaran pengembalian Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang diperuntukan bagi upaya penanggulangan pasca bencana dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang mantang sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.
“Secara bertahap, Pemko Solok bersama masyarakat terus bangkit untuk pulih dengan semangat kebersamaan,” imbuhnya.
Dijelaskan beliau, point penting yang menjadi atensi bagi Pemko Solok dalam rangka pemuliham pasca bencana diantaranya upaya perbaikan dan pemulihan pemukiman masyarakat yang terdampak, perbaikan terhadap berbagai infrastruktur seperti fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Walikota Ramadhani memantau lansung proses pemulihan pasca bencana
“Terutama akses jalan vital guna mendorong berputarnya kembali roda perekonomian masyarakat. Selain itu memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta mengedukasi masyarakat dalam menghadapi bencana tidak luput dari perhatian Pemko Solok,” pungkasnya.
Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Solok misalnya, dialokasikan dana dari pengembalian TKD sebesar Rp 55.711.698.968,-. Dan Sebagian dari dana tersebut diperuntukan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang nilainya mencapai Rp 5.913.216.960,-.
Selain memperbaiki jalan yang rusak akibat dampak bencana, pembangunan jalan poros kota atau jalan vital untuk mendorong bergeraknya roda perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian.
Kepala Bidang PSDA, Wirda Ningsih Caniago, ST, menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur ini merupakan komitmen jangka panjang pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor agraria di Kota Beras. Selain pembangunan jalan, perhatian khusus juga diberikan pada sistem drainase sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan banjir, terutama saat musim hujan.
Tidak saja DPUPR Kota Solok yang bergerak cepat dalam penanggulangan pasca bencana, BPBD Kota Solok juga harus mempersiapkan berbagai langkah langkah strategis.
Berdasarkan kajian kebencanaan yang dimiliki BPBD Kota Solok, dari 13 Kelurahan terdapat empat Kelurahan yang relatif aman dari ancaman banjir, yakni Laing, Tanjung Paku, Pasar Pandan Air Mati (PPA), dan beberapa kawasan lainnya. Sementara sembilan kelurahan lainnya masih masuk dalam kategori rawan sehingga membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang lebih tinggi.
Menurut Kalaksa BPBD Kota Solok, Edrizal, dengan resiko besar yang mengancam, salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi dampak bencana tentu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang ada di lingkungan masing-masing.

Walikota bersama masyarakat menelusuri salah satu pemukiman masyarakat yang terdampak banjir.
Dari peruntukan pengembalian anggaran TKD tersebut, BPBD Kota Solok mendapat alokasi dana sebesar Rp1,5 miliar. Dari peruntukan itu untuk pembangunan gudang logistik dan garasi kendaraan operasional dianggarkan dana senilai Rp900 juta.
Dijelaskan Edrizal, hal ini akan menunjang penyimpanan peralatan dan logistik kebencanaan secara lebih aman dan terintegrasi. Selain itu, sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk pengadaan peralatan kebencanaan, sehingga proses penanganan darurat di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan optimal.
Sementara itu, sebesar Rp132 juta digunakan untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Menurut Edrizal, dukungan anggaran tersebut merupakan investasi penting untuk meningkatkan ketangguhan Kota Solok dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas personel, melengkapi sarana dan prasarana, serta memperkuat edukasi masyarakat. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
BPBD Kota Solok juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengikuti setiap informasi dan peringatan yang disampaikan pemerintah.
Langkah Wali Kota Solok tak hanya sampai di situ, seluruh ASN diturunkan sebagai relawan dalam pada masa tanggap darurat. Setiap ASN yang berusia di bawah 40 tahun ditugaskan membantu penanggulangan bencana.
tidak hanya sebagai abdi negara, ASN di daerah rawan bencana dituntut siap membantu dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, pelayanan logistik, hingga pembersihan rumah warga terdampak, termasuk fasilitas umum.

ASN di libatkan dalam goro untuk pemulihan lingkungan pasca bencana.
Kolaborasi antara TNI-Polri, tenaga kebencanaan, relawan hingga ASN membuat penanggulangan bencana di Kota Beras berlangsung cepat. Respon cepat pemerintah daerah menghadirkan kenyamanan dari masyarakat.
Kota Solok menjadi salah satu daerah yang tergolong sigap dalam menanggulangi bencana. Langkah strategis dan tepat Kota Solok dalam penanggulangan bencana mengurangi dampak dan risiko fatal.
Kesigapan Kota Solok pun mendapat acungan jempol dari pemerintah pusat. Wamendagri Bima Arya ketika berkunjung ke Kota Solok menyampaikan apresiasi atas kesigapan pemerintah Kota Solok dalam penanggulangan bencana. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan prioritas utama dalam penaggulangan bencana. (adv)












