PT GGF dan Pemkab Tanah Datar Budidayakan Pisang Cavendish di Sungayang

Wabup Ahmad Fadly saat pertemuan. (ist)

Batusangkar – Pemkab Tanah Datar optimistis rencana kerjasama budidaya tanaman pisang cavendish bagi pemilik tanah ulayat ini akan berhasil.

Hal ini dikarenakan pihak PT Great Giant Foods (GGF) dalam rencana kerjasamanya melakukan dua bentuk, yaitu demplot dan pendampingan kepada petani.

“Saya optimis berhasil. Demplot yang dibuat PT. GGF akan menjadi percontohan dan sebagai motivasi bagi masyarakat. Selain itu, sistem pendampingan dari PT. GGF juga memberikan kepastian pasar, sehingga harga akan stabil. Artinya bagaimanapun kondisi nantinya, harga akan tetap. Ini jelas akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” kata Wabup Ahmad Fadly, yang disadur dari rellis Prokopim Setdakab.

Terkait tanah ulayat, wabup mengatakan pada prinsipnya masyarakat (niniak mamak pemilik tanah ulayat) akan bisa menerima kerjasama ini apabila itu dijelaskan dengan baik dan diberikan contoh yang nyata.

Ia juga optimis, apabila kerjasama antara PT. GGF dengan pemilik tanah ulayat di Sungayang ini bisa terlaksana, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat lainnya juga akan menyusul untuk melakukan kerjasama.

Baca Juga  Tiga LPM Nagari Diyatakan Terbaik di Tanah Datar

“Kita tahu kultur masyarakat, apabila ada sesuatu yang berhasil pasti mereka juga ingin ikut. Apalagi dengan adanya kerjasama ini harga akan stabil, tidak seperti komoditas lainnya seperti cabai contohnya, yang harganya selalu berubah-ubah ketika sedang banyak harga akan turun dan ketika sedikit harga akan naik, inilah kelebihan dari kerjasama ini,” tukasnya.

Rapat yang dipimpin Direktur Jenderal Penataan Agraria Yulia Jaya Nirmawati, Sjuga dihadiri Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Direktur Jenderal Penataan Agraria Rezka Oktoberia, Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama, Direktur Penatagunaan Tanah Sri Puspita Dewi, Direktur Landreform Rudi Rubijaya.

Selain itu juga hadir Bupati Limapuluh kota Safni, Land Survey dan Mapping PT. Great Giant Food (GGF) Diandra Putra, TAM Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin, TAM Bidang Bantuan Hukum dan Litigasi Mohammad Robi Rismansyah, Sekretaris Direktorat Jenderal Dr. Sukiptiyah dan beberapa pejabat Kementerian ATR/BPN lainnya.

Baca Juga  ODP Tembus 200, Tanah Datar Mulai Berlakukan Jam Malam

Direktur Jenderal Penataan Agraria Yulia Jaya Nirmawatimengungkapkan rencana kerjasama kemitraan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan tanah ulayat ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurut Yulia, program kerjasama disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Untuk Tanah Datar dan 50 Kota direncanakan akan dikerjasamakan budidaya pisang Cavendish.

Selanjutnya, Land Survey dan Mapping PT. Great Giant Food (GGF) Diandra Putra pada kesempatan yang sama memaparkan bahwa rencananya kerjasama ini akan dilakukan di Tanah Datar tepatnya di tanah ulayat seluas 10 Ha yang terletak di kecamatan Sungayang dan juga 50 Kota.

Dia juga menjelaskan, sistem kerjasama ini nantinya akan dilakukan dalam dua bentuk, yang pertama sewa lahan untuk demplot yang bertujuan untuk percontohan bagi masyarakat dan yang ke dua adalah kemitraan. (ydi)