BATUSANGKAR – Sebanyak 111 orang Calon Jemaah Haji (CJH) Tanah Datar dilepas keberangkatannya ke Tanah Suci, Sabtu (4/6).
Wanbup Richi Aprian didampingi Kakankemenag H. Syahrul melepas secara lansung keberangjatannya di halaman gedung Indo Jalito Batusangkar.
Pada CJH Wabup berpesan untuk menjaga kesehatannya agar selama 40 hari menjalankan ibadah haji memaksimalkan pelaksanaan ibadah.
”Saya berpesan dalam 40 hari disana fokuskan saja ke ibadah. Godaan disekitaran lingkungan Masjidil Haram itu luar biasa, Mall yang menjual oleh2 banyak, tapi di Indonesia barang barang itu ada. Jangan oleh oleh yang diinggat nantinya, jadi niatkan 40 hari full untuk ibadah,” ucap Richi.
Dikatakannya, jika kunci ibadah adalah niat dan percaya jika kita adalah tamu Allah, SWT. Sebagai orang-orang terpilih dari berapa banyak masyarakat kita yang ingin berangkat ke Tanah Suci.
“Sebanyak 110 orang yang terpilih diundang lansung untuk beribadah ke tanah suci Mekah. Maka, kami dari Pemkab Tanah Datar mengucapkan selamat dan titip doa untuk kabupaten kita tercinta,” pungkas
Saat itu, ada 6 orang CJH Tanah Datar dinyatakan batal berangkat ke tanah suci. Selain ada yang meninggal dunia, CJH yang batal itu menurut pihak Kemenag Tanah Datar atas berbagai alasan seperti tidak mau divaksin, usia lebih dari 65 tahun, dan satu orang meninggal.
Menurut Kakankemenag, 111 orang CJH yang diberangkatkan tahun 2022 ini merupakan kuota atau jatah tahun 2020. Dimana Tanah Datar mendapat jatah sebanyak 281 orang, dan yang bisa diberangkatkan hari ini hanya 111 orang. Hal akibat aturan dari pemerintah Arab Saudi, jamaah haji yang normalnya 2 juta orang untuk Indonesia. Sekarang yang bisa diberangkatkan satu juta, artinya dipangkas setengah yang bisa berangkat, dan hal ini karena wabah Covid-19.
Syahrul melanjutkan, dari pemangkasan kuota itu, kemudian juga dibatasi umur atau usia keberangkatan.
Dijelaskan, sebenarnya 116, berkurang ada 5 orang tidak bisa berangkat dengan alasan yang pertama suami tidak bisa berangkat karena umur lebih dari 65 tahun. Dia 64, dia sudah janji setelah ijab qabul untuk se iya sekata, sehidup semati dan pergi ke Mekah harus berdua, dibuktikan mereka tidak mau berangkat sekarang. Dan ada juga yang tidak mau divaksin. (ydi)












