PT BA Berencana Beroperasi Lagi di Sawahlunto, Pemko Ingatkan Jangan Abaikan Aspek Lingkungan

Sawahlunto –  General Manager PT Bukit Asam Unit Sawahlunto, Yulfaizon, menyatakan bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan kajian menyeluruh sebelum memutuskan langkah operasional lanjutan, menurutnya kajian tersebut mencakup potensi dampak lingkungan, sosial, serta implikasi terhadap kawasan cagar budaya, Sawahlunto sebagai kota warisan dunia UNESCO.

Ditambahkan rencana dimaksud masih dalam proses kajian, termasuk dampaknya terhadap kawasan cagar budaya di Sawahlunto untuk itu pihaknya ingin memastikan seluruh aspek dipertimbangkan secara komprehensif, dan terukur.

Senentara menanggapi hal itu, Wawako Sawahlunto Jeffry Hibatullah menegaskan Pemko tidak menutup mata terhadap potensi manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan, PT Bukit Asam itu.

Lebih lanjut menurutnya, sektor pertambangan secara prinsip dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah, seperti pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan pendapatan daerah kedepannya.

Baca Juga  Ricky Ekoni Saputra, Calon Penerima Kalpataru 2026 yang Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Produktif

Untuk itu Wawako menekankan manfaat ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat Sawahlunto.

“Pemerintah Kota Sawahlunto menempatkan diri sebagai penjaga keseimbangan. Kepentingan perusahaan harus sejalan dengan kepentingan publik. Keselamatan, kenyamanan hidup, serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah terdampak menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemko Sawahlunto memandang perlu dilakukan peninjauan dan kajian yang mendalam dan objektif sebelum rencana pengembangan pertambangan tersebut dilaksanakan. Kajian dimaksud tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup dampak lingkungan, sosial, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan kawasan cagar budaya.

Baca Juga  Kasubag TU Kemenag Sawahlunto: Awali Setiap Aktivitas dengan Doa

“Setiap keputusan harus berbasis data dan kajian ilmiah yang kuat. Jangan sampai pembangunan hari ini justru menimbulkan persoalan baru di masa depan,” tambah Jeffry.

Rapat konsultasi publik ini menjadi bagian dari upaya transparansi dan pelibatan multipihak dalam proses pengambilan keputusan strategis. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PT Bukit Asam, tim peneliti dan akademisi terkait, unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, serta para kepala desa dari wilayah yang berpotensi terdampak.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan pandangan secara terbuka, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan bertanggung jawab.(sbd)