Payakumbuh – Ekonomi masyarakat yang terpuruk pasca Paandemi Covid-19, coba dibangkitkan. Sejumlah seniman dan penyair yang berasal dari berbagai negara di Asia Tengara, serta berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Payakumbuh. Mereka berkumpul dalam perhelatan sastra dan budaya bertajuk Payakumbuh Poetry Festival (PPF).
Perhelatan sastra dan budaya tingkat Asia Tenggara yang dikemas dengan tajuk PPF itu secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat, yang diwakili Kepala bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif, Darliati di Agam Jua Cafe, Minggu (4/12) malam.
Helat seniman dan penyair yang akan berlangsung selama tiga hari itu, mendapat apresiasi dari Kabid Darliati. Karena puisi adalah bentuk karya sastra, dimana sejak dahulu kala sudah dikenal. Selain itu, Darliati juga mengucapkan selamat datang di Sumatera Barat, kepada peserta dan pembicara yang berasal dari luar Sumbar dan Indonesia. “Setiap orang dapat membacakan puisi, makanya kegiatan ini sangat bagus. Selain itu, kami juga mengucapkan sepada semua tamu yang telah hadir,” ujarnya diawal sambutannya.
Menurutnya, Dinas Pariwisata melihat kegiatan yang positif ini dapat menjadi festival yang berbobot dan bermuara kepada peningkatan ekonomi kreatif. “Tahun 2022 ini pertumbuhan ekonomi kreatif mampu mendongkrak tingkat perekonomian kita. Dengan PPF ini akan lahir bibit bibit penyair besar dan Pemprov Sumbar berkomitmen mendorong kegiatan untuk menumbuh kembangkan penyair-penyair hebat. Penyair hebat lahir dan ekonomi bangkit,” tambahnya.
Sementara itu, Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Erlina, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Randang ini. “Kota Payakumbuh yang sekarang berjuluk City of Randang, juga punya sekolah dan kampung rendang. Atas nama Pemko Payakumbuh, kami mendukung kegiatan ini. Disini silaturahmi akan akan terjalin. Pemko berharap kegiatan ini akan berlangsung setiap tahunnya. Nanti bisa juga disinergikan dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Olahraga Payakumbuh,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Payakumbuh Poetry Festival S. Metron Madison, yang juga selaku Ketua Penyelenggara, melaporkan, kegiatan PPF peserta dan pembicaranya berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara disamping dari dalam negeri sendiri.
“Terselenggaranya kegiatan ini, merupakan dukungan dan penganggaran dari Ketua DPRD Sumbar Bapak Supardi yang konsisten setiap tahun mengalokasikan pokok pikiran (Pokir) nya untuk kegiatan seni dan budaya. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Supardi,” ucapnya.
Dikatakan, beberapa program kegiatan pada PPF puisi ini antara lain lomba apresiasi puisi, lomba puisi visual, rangkaian diskusi dan pertunjukkan puisi tradisi. “Sejumlah nama-nama penyair Indonesia, seperti Saut Situmorang, Ahda Imran, Esha Tegar, Ni Made Purnama Sari, Anugrah Gio Pratama, Fagah Anshori, Zaim Rofiqi dan Zen hadir sebagai pembicara. Selain itu, penyelenggara juga mendatangkan tiga orang penyair Asia Temggara, masing-masing Ali Bao (Vietnam), Dr. Michael M. Corose (Philipina) dan Thauwesak Pi (Thailand). PPF kali ini adalah yang pertama digelar secara offline. Sebelumnya, dua tahun berturut-turut dilangsungkan secara online karena pandemi Covid-19,” katanya. bule












