Posko Damkar di Empat Kecamatan, Sawahlunto Perkuat Respons Kebakaran

Nurwansyah Putra

SAWAHLUNTO – Upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi kejadian kebakaran terus dilakukan Pemerintah Kota Sawahlunto. Saat ini, setiap kecamatan telah memiliki posko pemadam kebakaran (Damkar) yang dilengkapi satu unit mobil pemadam dan 15 personel terlatih.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kota Sawahlunto, Nurwansyah Putra, SSTP, MM, didampingi Kepala Bidang Damkar Susilo Hadi, S.Sos, saat berbincang dengan wartawan Topsatu.com di ruang kerjanya, Selasa (18/8).

Menurut Nurwansyah, keberadaan posko Damkar di empat kecamatan, yakni Silungkang, Lembah Segar, Barangin, dan Talawi, diharapkan dapat mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran.

“Dengan adanya posko di empat kecamatan, apabila terjadi kebakaran, dalam waktu 15 menit personel harus sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP),” tegasnya.

Baca Juga  Sawahlunto Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Ombilin

Saat ini, lanjutnya, Damkar Sawahlunto memiliki lima unit kendaraan pemadam kebakaran dengan total 75 personel. Namun, ke depan masih dibutuhkan kendaraan suplai air untuk mendukung proses pemadaman, terutama ketika sumber air di lokasi kejadian terbatas.

“Kita membutuhkan kendaraan suplai air sehingga api dapat dipadamkan secara cepat dan terukur,” ujarnya.

Nurwansyah mengatakan, sebagai kota dengan wilayah yang cukup luas, Sawahlunto idealnya memiliki sedikitnya 100 personel Damkar untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Meski jumlah personel masih terbatas, peningkatan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia terus dilakukan. Hal tersebut dinilai penting agar setiap petugas memiliki kemampuan yang memadai dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Baca Juga  Camat Talawi Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor KMP Batu Tanjung

Selain menjalankan tugas utama memadamkan kebakaran, petugas Damkar juga memiliki fungsi penyelamatan dan penanganan gangguan yang membahayakan masyarakat, termasuk evakuasi binatang seperti ular, biawak, maupun tawon.

“Untuk mendukung tugas penyelamatan tersebut, di bidang Damkar kita sudah memiliki berbagai peralatan keselamatan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk personel Satpol PP, Nurwansyah menyebutkan saat ini terdapat 74 orang. Jumlah tersebut masih di bawah kebutuhan ideal yang mencapai sekitar 100 personel.

“Semestinya kebutuhan ideal kita sebanyak 100 personel,” pungkas Nurwansyah. (sbd)