Positif Covid-19 di Tanah Datar Naik 8 Kasus, Dua Limo Kaum dan Enam Panyalaian

Covid-19. (*)

BATUSANGKAR – Jumlah warga Tanah Datar yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Kini sudah mencapai delapan orang. Dua berasal dari Kecamatan Limo Kaum dan enam dari Klaster Panyalaian, Kecamatan X Koto.

Untuk Limo Kaum, satu orang sudah dinyatakan sembuh dan satu orang lagi masih menjalani karantina. Sedangkan dari Panyalaian, angkanya terus bertambah, seiring dengan masih banyaknya orang yang sedang menunggu hasil pemeriksaan swab mereka.

Kemarin, dari Klaster Panyalaian sudah tembus ke angka enam pasien. Semuanya, masih karib kerabat NS (29), wanita hamil tua yang pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu, ke rumah orangtuanya di nagari yang berbatasan dengan Kota Padang Panjang. Pasien kedelapan dari Kabupaten Tanah Datar itu adalah wanita LD (40) yang sedang menjalani karantina di Pagaruyuang.

Baca Juga  Hoax, Tanzania tak Ada Covid-19 di Tanzania

‘’Pasien LD langsung menjalani pemeriksaan di RSUD M. Ali Hanafiah, bila kondisinya sehat, maka akan dikirim ke Padang untuk menjalani karantina, tapi bila memerlukan perawatan, maka akan dikirim ke rumah sakit rujukan,’’ terang Juru Bicara Posko Utama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tanah Datar Roza Mardiah, kemarin, di Batusangkar.

Selain karib kerabatnya, sebanyak 19 orang dari Kota Padang Panjang juga dinyatakan positif Covid-19 yang diduga bermula dari Klaster Panyalaian tersebut, terdiri dari dokter, perawat, satpam, anggota Satpol PP, dan kerabat paramedis yang bertugas di RSUD Padang Panjang.

Aktivitas pelayanan di rumah sakit milik pemko berjuluk Serambi Mekah itu pun terpaksa dihentikan untuk jangka waktu yang belum ditentukan, sementara 528 orang diambil sampel swabnya untuk menjalani pengujian di Labor Fakultas Kedokteran Unand, Padang.

Baca Juga  Positif Covid-19 di Sumbar 238 Kasus, Solok Selatan Catat Kasus Pertama

‘’Sebanyak 358 orang telah keluar hasil pengujiannya. 19 orang dinyatakan positif Covid-19, 331 orang negatif, dan delapan sampel incolcusif alias belum jelas sehingga masih perlu pengujian ulang. Kita masih menunggu hasil tes 170 sampel lagi,’’ kata Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang H. Ampera Salim.

Sementara di Panyalaian, menurut Roza, sudah enam orang yang dinyatakan positif, terdiri dari pasien NS yang sudah melahirkan di RSUP M. Jamil, suami, kedua orang, keponakan yang baru berusia satu tahun, dan terakhir kerabat perempuannya.