PEKANBARU – Komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam memberantas peredaran narkotika kembali ditunjukkan lewat aksi nyata.
Rabu (28/5), jajaran Polda Riau memusnahkan barang bukti narkoba dalam jumlah fantastis yang merupakan hasil pengungkapan dari 18 kasus berbeda sepanjang Maret hingga Mei 2025.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari:
- Sabu: 119,7 kilogram
- Heroin: 3,87 kilogram
- Ekstasi: 43.674 butir
- Ganja: 16 kilogram
Pemusnahan dilakukan secara terbuka, disaksikan oleh pejabat kepolisian, instansi pemerintah, serta awak media sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja aparat.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah tugas bersama.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi juga masyarakat. Jika melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menjelaskan bahwa barang bukti tersebut disita dari 35 tersangka dengan berbagai peran, mulai dari bandar, pengendali, kurir darat-laut, hingga pengawas distribusi.
“Dari 18 kasus yang kami tangani, 10 ditangani oleh Ditresnarkoba Polda Riau, 3 kasus oleh Polres Dumai, 3 oleh Polres Bengkalis, dan 2 kasus oleh Polres Kampar,” ungkapnya.
Yang mencengangkan, bila narkoba tersebut berhasil beredar, nilainya diperkirakan mencapai Rp133 miliar dan berpotensi merenggut nyawa lebih dari 709.000 jiwa.
Dari hasil penyelidikan, jaringan pengedar ini tak hanya berskala lokal. Beberapa dikendalikan dari luar negeri, bahkan dari dalam lembaga pemasyarakatan.
Jaringan ini menyasar wilayah luas, mulai dari Riau, Medan, Palembang, Lampung, hingga Pulau Jawa.
“Jika tidak dihentikan, narkoba ini akan jadi bencana sosial yang menghancurkan generasi bangsa,” ujar Kombes Putu.
Sebelum dimusnahkan, barang bukti terlebih dahulu diuji keasliannya oleh tim Laboratorium Forensik (Ladfor) Polda Riau.
Pemusnahan ini menunjukkan keseriusan Polda Riau dalam memutus rantai peredaran narkoba yang makin kompleks dan berbahaya.(*)












