Polda Riau Bentuk Tim Khusus Anti Kejahatan Jalanan, Latihan Dipimpin Langsung Dansat Brimob

PEKANBARU – Dalam upaya memberantas kejahatan jalanan yang semakin meresahkan, Polda Riau resmi membentuk tim khusus gabungan lintas satuan.

Tim ini terdiri dari personel terbaik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Direktorat Samapta, serta Satuan Brimob Polda Riau.

Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam penanganan aksi premanisme, pemerasan, pencurian dengan kekerasan, balap liar, hingga penggunaan senjata tajam di jalanan yang mengganggu ketertiban umum.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh anggota tim mendapat pelatihan intensif langsung dari Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Riau, Kombes Ketut Gede Adi Wibawa.

Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari taktik penindakan, penguasaan bela diri dan senjata, prosedur hukum, hingga penguatan mental dan kedisiplinan.

Baca Juga  Tiga Korban Meninggal Dunia Sudah di RSAM Bukittinggi, Ini Identitasnya

Kombes Ketut menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk membentuk personel yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi kritis.

“Kami latih mereka bukan hanya untuk menjadi pasukan siap tempur, tetapi juga sebagai penegak hukum yang berintegritas dan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ujar Kombes Ketut.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, menyebut pembentukan tim khusus ini merupakan respons langsung terhadap keresahan masyarakat.

“Tim ini tak hanya menjadi satuan reaksi cepat, tapi juga kekuatan pencegah di lapangan. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rawan, bergerak fleksibel dan siap bertindak sesuai perkembangan situasi,” jelasnya.

Baca Juga  Diduga Cemarkan Nama Baik, Ketua DPRD Padang Laporkan Enam Media Online

Kombes Asep juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan tim ini akan mengedepankan tindakan preventif. Setiap personel dibekali kemampuan komunikasi dan pendekatan persuasif, khususnya dalam menertibkan kawasan rawan tindak kriminal.

Dalam waktu dekat, tim khusus ini akan mulai diterjunkan ke sejumlah wilayah prioritas yang telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanan.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memulihkan rasa aman masyarakat dan menegaskan bahwa negara hadir melindungi warganya.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga keamanan publik. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkas Kombes Asep.