Pogram Pinjaman UPK di Tanah Datar akan Selamatkan Masyarakat dari Rentenir

Pertemuan perwakilan UPK Tanah Datar dengan Bupati Eka Putra. (ist)

BATUSANGKAR – Dana segar yang dicairkan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ex Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang berada dikecamatan diplot untuk menyelamatkan masyarakat dari tangan rentenir.

“Saat ini UPK se-Tanah Datar punya modal sekitar Rp.47,6 Miliar. Dimana tiap kecamatan sudah punya regulasi, bagaimana memberikan fasilitas pinjaman pada masyarakat dengan cara cepat, mudah dan murah, tanpa bunga hanya biaya administrasi awal,” kata UPK Tanah Datar diwakili Kepala Unit UPK Tuanku Lintau Dedi Effendi didampingi konsultan menjabat Ketua Umum Asosiasi UPK Sumatera Barat Diana Eka Putri.

Dalam pertemuannya dengan Bupati Eka Putra di rumah dinas kawasan gedung Indojolito, Rabu (14/7). Dedi Effendi menyatakan siap mendukung Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang tergugah dan terpanggil ketika bupati inginkan punya program memberantas rentenir di Tanah Datar.

“Selanjutnya kami segera membahasnya. Alhamdulillah,  siap  berkontribusi melalui program bantuan bergulir,” tandas Dedi.

Baca Juga  Kejuaraan Tenis Junior Piala Bupati Tanah Datar Kembali Digelar

Katanya, seluruh UPK di kecamatan mengelola dana bergulir punya  potensi ikut mensukseskan program ini. Dari 14 kecamatan, sudah dimulai 8 kecamatan, yang lain sedang persiapan, karena regulasi ditetapkan melalui musyawarah kecamatan atau musyarawarah antar nagari.

Menurutnya, skema yang diluncurkan pembayaran angsuran per minggu selama 10 minggu. Berarti 10 kali bayar dari pinjaman Rp.500.000-Rp. 2 juta dan sasaran utama memang yang terjerat renternir, selain itu ada juga skema untuk pelaku UMKM yang tidak punya agunan. Ini dubuka di seluruh UPK di Tanah Datar.

Sementara, Bupati Eka Putra mengatakan saat praktek rentenir dan sejenisnya menyebabkan masyarakat susah ke luar dari kesulitan ekonomi. Bukan menjadi solusi malah semakin berat tanggungan yang harus diselesaikan.

“Saat Pemkab sedang menyiapkan kebijakan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait untuk memberantas praktik rentenir di Tanah Datar dengam konsep pembiayaan untuk masyarakat ekonomi lemah agar terhindar dari jeratan rentenir dengan melibatkan banyak pihak, ,” tandas Bupati.

Baca Juga  Kabupaten Tanah Datar Ditetapkan Sebagai Daerah KLB Rabies

Untuk ini, ia menyatakan apresiasi dan bangga pada program  digagas UPK ex PNPM dengan menggulirkan pembiayaan pada masyarakat tanpa bunga.

Ditandaskan, program ini memang tidak mudah, tantangannya di lapangan tentu sangat berat, namun berangkat dari hati nurani dan niat ikhlas ingin menyelamatkan masyarakat tentu akan berjalan baik.

“Sebagai tahap awal sudah coba jalankan dengan skema yang jelas, kita juga sampaikan kepada penerima bantuan, ini niat baik untuk menolong sehingga jangan sampai tidak dibayar. Alhamdulillah, pengembaliannya 100 persen, demikian juga kita berharap program UPK juga sukses,” ucap bupati.

Pertemuan ini juga diikuti Kadis PMDPPKB Nofenril dan Kabag Humas dan Protokol Yusrizal. (ydi)