PKM UNP Hadirkan Smartbox Fermentasi, Inovasi IoT untuk Kakao Taram 

FOTO BERSAMA - Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang, foto bersama setelah acara penyerahan Smartbox Fermentasi kepada Ketua Kelompok Tani Taram Sejahtera. (Ist)

 

Lima Puluh Kota – Inovasi teknologi untuk peningkatan mutu kakao kini hadir di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Cocoa Fermentech, oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.

Alat Smartbox Fermentasi ini telah diserahkan kepada Kelompok Tani Taram Sejahtera. Kegiatan sendiri sudah berlangsung sejak Mei hingga Desember, dan merupakan bagian dari hibah yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Ditjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Syafrijon, S.Pd., M.Kom (UNP, Ilmu Lingkungan), dengan anggota dosen Dr. Syukhri, ST., MCIO (UNP, Teknik Informatika) dan Anip Febtriko, S.Kom., M.Kom (UPI YPTK Padang, Teknik Informatika). Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa UNP, yaitu Afiif Alfarabi dan Brian Makmur, yang turut mendukung instalasi, pengujian alat, pencatatan data fermentasi, hingga dokumentasi kegiatan di lapangan.

“Kehadiran mahasiswa dapat memberi pengalaman nyata dalam penerapan teknologi tepat guna, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat,” kata Syafrijon, Selasa (23/9/2025).

Baca Juga  Pembangunan Citra Petani, Kepala Kesbangpol Sumbar Rangkul Dinas Pertanian Kabupaten/Kota

Ia mengatakan, penyerahan alat dilakukan secara simbolis kepada Ketua Kelompok Tani dan Wali Nagari Taram, disaksikan oleh anggota kelompok tani serta perwakilan pemerintah nagari. Smartbox Fermentasi yang diserahkan merupakan kotak fermentasi berukuran sekitar 60x60x60 sentimeter yang dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan, dan pH.

Sistem kontrol otomatis di dalamnya, bekerja dengan bantuan kipas pendingin dan pemanas keramik, sehingga suhu fermentasi dapat dijaga tetap stabil. Data fermentasi terkoneksi dengan aplikasi, yang memungkinkan petani memantau kondisi fermentasi secara real-time melalui smartphone mereka. Notifikasi otomatis juga dikirim jika terjadi penyimpangan, misalnya suhu terlalu tinggi.

“Selama ini proses fermentasi hanya kami lakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa alat ukur. Dengan adanya Smartbox, kami lebih percaya diri menghasilkan biji kakao sesuai standar, sehingga harapannya kualitas meningkat dan harga jual lebih baik,” ungkap Ketua Kelompok Tani, Darwin.

Dengan adanya intervensi teknologi melalui Smartbox, target program ini adalah meningkatkan mutu biji kakao fermentasi hingga 70 persen. Hal ini diharapkan akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta memperluas akses pasar, termasuk peluang menembus pasar ekspor.

Selain penyerahan alat, kegiatan pengabdian masyarakat juga mencakup serangkaian pelatihan teknis, pendampingan manajemen usaha tani, hingga edukasi pemasaran produk. Para petani didorong untuk membentuk kelembagaan usaha bersama yang mampu mengelola fermentasi secara kolektif, melakukan pencatatan produksi, serta membangun jejaring dengan koperasi maupun industri pengolahan kakao.

Baca Juga  Peduli Nelayan, Gubernur Mahyeldi Serahkan Jaminan Sosial dan Bantuan Peralatan Tangkap

“Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis fermentasi, tetapi juga pada penguatan manajerial dan keberlanjutan usaha petani,” tambah Syafrijon.

Program hibah dari DPPM Ditjen Diktiristek ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan. Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung Asta Cita pemerintah, yaitu peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

Dengan dukungan penuh dari perguruan tinggi, pendanaan pemerintah pusat, serta semangat petani Nagari Taram, inovasi Smartbox Fermentasi diharapkan menjadi tonggak awal transformasi digital di sektor pertanian kakao Sumatera Barat. Nagari Taram berpotensi besar menjadi sentra kakao fermentasi unggulan, yang tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar kakao dunia. (Hendri)