PIMM IV PAPDI Sumbar Bahas 10 Topik Kegawatdaruratan

oleh
Jajaran panitia PIMM ke IV tahun 2018, foto bersama usai menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan workshop dan simposium yang akan berlangsung 29-30 Juni 2018. (yuke)

 

PADANG-Ada 10 topik kegawatdaruratan akan dibahas dalam Padang Internal Medicine Meeting (PIMM) ke IV in conjunction with Emergency In Internal Medicine(EIMED) yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sumatera Barat bersama Fakultas Kedokteran Unand, di Grand Inna Hotel Padang 29-30 Juni 2018.

Ketua Pelaksana Kegiatan dr. Eifel Faheri, dalam keterangan persnya menjelaskan kegiatan yang mereka selenggarakan bertujuan untuk mengupdate perkembangan ilmu-ilmu terbaru di bidang penyakit dalam. Sebab ilmu kedokteran dari tahun ke tahun terus berkembang dan perlu dipelajari para dokter umum yang bertugas di puskesmas, klinik, IGD dan dokter spesialis penyakit dalam.

“Indonesia saat ini dalam fase transisi epidemiologik, karena masalah penyakit infeksi belum teratasi secara maksimal. Tapi penyakit degeneratif seperti hipertensi, gagal ginjal kronik, jantung koroner dan lainnya meningkat sangat tajam,” ujarnya, Senin (25/6).

Akibat perubahan drastis tersebut, dokter sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, baik dri tingkat primer, puskesmas atau pun RS harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan. Karena PAPDI Sumbar dan FK Unand/RSUP M. Djamil, berkewajiban membantu dokter, baik dalam peningkatan mutu pelayanan, keterampilan atau pun pengetahuan terkini.

Ketua PAPDI Sumbar, dr Akmal M Hanif, mengatakanworkshop diselenggarakan untuk mengupdate ilmu terbaru dan keterampilan para dokter umum dan dokter spesialis.

“Ilmu jika tidak diupadate tentu kita akan sering lupa, makanya sayang sekali workshop ini kalau dilewatkan para dokter umum dan spesialis yang ada di daerah ini,” sebutnya.

Dijelaskannya, dalam workshop EIMED itu akan di bahas berbagai kasus terbanyak yang ditangani di IGD dan dokter layanan primeir. Mulai tatalaksana serangan asma akut, manajemen terbaru sepsis, tatalaksana gagal jantung dan SKA, manajemen ensefalopati hepatikum, tatalaksana nyeri akibat kanker dan lain-lain.

“Berdasarkan pengalaman saya, banyak dokter umum yang masih gagap ketika menangani kasus di IGD. Terutama dokter umum baru di rumah sakit swasta. Makanya dengan mengikukti kegiatan PIMM ini, para dokter bisa mengupdate kemampuan mereka. Sebab akan banyak hal baru yang disampaikan pemateri, sehingga mereka akan terbiasa menghadapi berbagai kasus di IGD,” ujar dr. Akmal M. Hanif

Sementara, Ketua Bagian Penyakit Dalam FK Unand, Dr dr Najirman dan dr. Fauzan dalam kesempatan itu mengatakan kasus terbanyak yang ditangani selama ini adalah paru, jantung, hipertensi, pencernaan dan lainnya. Sejauh ini, animo para dokter cukup besar dalam setiap kegiatan yang mereka selenggarakan. Buktinya hingga kemarin sudah 300 dokter yang mendaftar untuk mengikuti workshop. Untuk peserta workshop nantinya juga akan mengikuti simposium gratis pada Sabtu.

Workshop dan simposiun tersebut menghadirkan nara sumber berkompeten tingkat Sumbar, namun berpengalaman di tingkat nasional. (107)

Loading...