BATUSANGKAR – Peternak dan petani di Tanah Datar menerima polis asuransi dari PT Jasindo, sebagai hasil konsekuensi dari keikutsertaannya.
Ada tiga bentuk pokis asuransi yang diterima, yakni Polis Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK), Polis Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) dan Klaim AUTSK.
Diserahkan Kamis, (5/8) di gedung Indo Jolito dihadapan Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Perwakilan PT. Jasindo Kacab Bukittinggi Afdal, Kadis Pertanian Yulfiardi dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi menyerahkan secara simbolis.
Peternak menerima polis AUTSK adalah An. Gusmeri dari Jorong Koto Dalimo Nagari Supayang , kemudian Kelompok Taruna Harapan diketuai Hasnefi di Jorong Lingkuang Kawek Nagari Tanjung Alam, serta Hayatun Nisa atau Hamdi di Jorong Pabalutan Nagari Rambatan.
Petani menerima polis AUTP yakni, Keltan Fajar Baru di Nagari Parambaha, Keltan Sawah Piliang Nagari Talang Tangah dan Kelompok P3A Melati Jorong Lubuk Jantan.
Kemudian, sebanyak 7 orang peternak menerima AUTSK, yakni Imyani di mana ternak mati karena sakit di Nagari Tanjung Barulak besar pertanggungan yang diterima sebesar Rp10 juta, Wardian di mana ternak dipotong paksa di Nagari Pitalah dengan pertanggungan sebesar Rp7 juta.
Diikuti Elfianto di mana ternak mati karena sakit di nagari Gurun besar pertanggungannya Rp10 juta, serta Maydarlis dimana ternak dipotong paksa di Nagari Balimbing dengan pertanggungannya Rp7 Juta.
Selanjutnya, Amriyus di Jorong Paninjauan, Nurmayar di Nagari Tanjung Alam serta M. Irvan Nagari Tanjung Alam, ketiga hewan ternaknya dipotong paksa dan masing-masing peroleh pertanggungan sebesar Rp5 Juta.
Menurut PT. Jasindo melalui Bidang Pemasaran Afdal, karena kondisi dalam masa pandemi Covid-19 akan membuat pemerintah pusat untuk sementara waktu ke depan melakukan refreshing anggaran. Dimana program ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan akan dihentikan dulu.
“PT. Jasindo yang merupakan BUMN satu-satunya yang melaksanakan program asuransi ini yang bertujuan untuk membantu meringankan beban peternak ataupun petani dalam risiko kerugian. Namun, karena kondisi negara saat ini dalam masa pandemi, program ini dihentikan untuk sementara,” ujar Afdal.
Namun, katanya bagi peternak dan petani yang telah terdaftar waktu sebelumnya, PT. Jasindo tetap akan dibayarkan klaim kalau ada kejadian pada ternak ataupun pertanian padi petani.
“Sebagaimana hari ini, kita menyerahkan 3 Polis AUTSK, 3 Polis AUTP dan 7 Klaim AUTSK pada peternak dan petani melalui Pemkab,” tandasnya.
Atas bantuan ini, Bupati Eka Putra menyatakan terkejut atas penghentian program asuransi ternak dan pertanian oleh PT. Jasindo. Sebab, program ini sangat membantu dan dibutuhkan peternak dan petani.
“Pemkab akan mencoba menyurati Kementerian terkait ataupun menghadap ke Kementerian agar program ini tetap dilanjutkan,” ujar Eka Putra.
Menurut Bupati, program asuransi ini tentu sangat berarti dalam pencapaian peningkatan taraf hidup petani dan peternak. Bahkan tahun 2021 ini anggaran untuk asuransi ini sudah dianggarkan,” timpalnya.
Diutarakan, program asuransi ini sangat pas dan bagus untuk terus dipertahankan apalagi anggaran juga sudah ada, namun karena PT. Jasindo yang sudah tidak jalankan program itu, maka Pemkab coba lobi atau cari formula lainnya untuk jalankan program ini. (ydi)












