Petani, Nelayan dan Pedagang Jadi Perhatian Utama Fakhrizal-Genius

  • Whatsapp
Fakhrizal-Genius Umar (ist)

PADANG – Petani, nelayan dan pedagang kecil mayoritas masyarakat Sumatera Barat. Sayang, belum banyak di antara mereka menikmati yang namanya kesejahteraan. Jangankan untuk pendidikan anak, kadang untuk kebutuhan sehari-hari saja masih susah.

Inilah potret Jenderal Fakhrizal saat mengunjungi hampir seluruh wilayah Sumatera Barat saat jadi Kapolda, dan silaturahim kampanyenya sebagai calon gubernur periode mendatang.

Bacaan Lainnya

Ke depan kata Jenderal, mereka harus jadi perhatian utama. Sebab, mayoritas kalangan ini yang menghuni bumi Sumbar ini. Untuk nelayan, mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir jadi fokus utama. Mereka dapat dibantu alat tangkapan ikan, perahu mesin dan tempat penyimpanan ikan.  “Kekayaan laut luar biasa melimpah, tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraan nelayan kita,” kata Irjen (Purn) Fakhrizal, Senin (26/10).

Hal demikian katanya dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para nelayan dalam menangkap ikan, sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin modern. “Sebagian besar nelayan kita tradisional, mereka butuh dorongan dan pembinaan agar jadi nelayan modern. Di sana lah tugas pemerintah daerah, selain sisi sarana dan prasarana melaut,” lanjutnya.

Demikian juga dengan para istri nelayan. Mereka juga harus diperhatikan dengan keterampilan sesuai dengan minat masing-masing, sehingga ikut menopang ekonomi keluarga. Bisa saja berdagang, membuat kerajinan, menjahit dan lainnya. “Pendidikan anak-anak nelayan juga harus dibantu, baik dari segi pembiayaan dan sarana serta prasarana penunjang,” kata jenderal lagi.

Sementara pedagang terutama pedagang kecil tengah menghadapi masalah besar. Utamanya adalah menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Akibatnya tak sedikit diantara mereka yang gulung tikar. Persoalan utama tentu permodalan. Sehingga ke depan mereka harus dibantu dengan akses modal berupa pinjaman lunak, sehingga usaha mereka minimal tetap berjalan di tengah kesulitan ekenomi saat ini.

Selain itu, juga dibarengi dengan pembinaan terhadap mereka, agar usaha dagang mereka tetap disesuaikan dengan selera masyarakat. Sebab, saingan mereka tidak hanya sesama pedagang di lokasi setempat, tetapi juga dengan berkembangnya penjualan secara online belakangan ini. “Mereka juga harus dibantu untuk dapat berdagang di tempat yang layak, yang mengundang ramainya pembeli datang,” tuturnya.

Sementara untuk kemajuan petani Sumatera Barat, calon Wakil Gubenur Genius Umar jauh-jauh haari sudah sudah menggulirkan Program Kredit Usaha Rakyat untuk Petani.

Menurut Genius Umar dibalik-balik seperti apa pun Sumatera Barat pasti sektor pertanian tetap primadona masyarakat. “Karena apa? Sumatera Barat sejak dulu, kini dan ke depan adalah daerah agraris, maka pengembangan pertanian harus mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Walikota Pariaman nonaktif itu.

Dan faktanya petani di Sumbar mayoritas masih mengeluh soal income dan finansial sehingga menggerus tingkap kesejahteraan mereka. “Harus ada kucuran stimulus untuk mengangkat harkat dan martabat bapak dan ibu tani di Sumbar ini. Kredit Usaha Rakyat untuk Petani adalah solusi yang akan saya dan Pak Fakhrizal retas ketika amanah diberikan masyarakat Sumbar pada 20 Desember 2020,” ujar Genius Umar.

Tapi menggarap total potensi pertanian menurutnya, tetap menekankan untuk selalu mempertimbangkan dan memperhatikan keseimbangan ekologi. “Lalu, pemasaran produk pertanian juga mesti nyambung dengan produk pertanian yang ditanam di samping untuk kebutuhan konsumsi lokal juah menjadikan Sumbar sebagai kawasan yang harus bisa memperkokoh fungsinya sebagai lumbung pangan kawasan Sumatera,” kata doktor Lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Menurutnya, potensi pertanian luar biasa dengan sumber daya petani Sumbar oke, sangat terbuka produk ekspor hasil pertanian Sumbar ke banyak negara di kawasan ASEAN. “Ini bisa terwujud jika Sumbar mampu mempertahankan jalur lalu lintas mulus ke Dumai dengan membuka jalur penyangga ke jalur utama Padang-Dumai, jadi campur tangan pemerintah itu tidak sekadar bagi bibit gratis lalu bapak dan ibu petani dibiarkan begitu saja, pemerintah harus berperan dari hulu ke hilir untuk sektor pertanian ini. Dan Fakhrizal-Genius (FaGe) leading soal ini,”ujarnya.

Kredit Usaha Rakyat untuk Petani lalu distribusi pemasaran sampai ekspor di siapkan pemerintah, menurut Genius Umar pasti memberi nilai tambah pertanian. “Secara ekonomi akan terwujud dan masyarakat akan sejahtera. Setiap kabupaten dan kota harus mampu membuat diffrensiasi produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakatnya,” ujar Genius.

Tentulah kata Genius Umar untuk memulai pertanian dengan pola indistri agribisnis memerlukan modal yang besar dan petani untuk memulai tidak memiliki modal. “Di situ, saya katakan tadi peran pemerintahlah yang akan membantu petani kepada aksesibilitas permodalan dan KUR ini juga diasuransikan sehingga jika terburuk terjadi gagal panen tidak membuat petani bertambah masalah. Dari Kesemuan itu pemerintah bertanggung jawab terhadap pasca panen dan tentu saja tekhnologi pertanian bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (*)

 

 

 

 

 

Pos terkait