Perang Terhadap Stunting Terus Dilakukan

Payakumbuh – Perang terhadap stunting di Kota Payakumbuh terus berlanjut. Setelah empat bulan pemerintah daerah setempat berjibaku untuk mengentaskan stunting, upaya itu terus dilakukan. Dimana pejabat daerah bersama masyarakat yang mampu, saling berjibaku dalam upaya mengentaskan stunting itu.

Terbaru, Walikota Payakumbuh Rida Ananda, bersama istri Elfriza Zaharman, mengunjungi lima orang anak yang diangkat sebagai anak asuh dan satu warga miskin di Kecamatan Payakumbuh Barat, dengan rincian dua orang di Pakan Sinayan, dua orang di Tanjuang Godang Sungai Pinago dan satu orang di Nunang Daya Bangun.

Dalam kunjungan itu, Rida juga didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) AH Agustion, Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri dan lurah, memberikan bantuan sembako dan makanan tambahan untuk anak yang berpotensi stunting.

Kepada wartawan, Minggu (20/11), Wako Rida mengatakan, sebagaimana penggagas program orang tua asuh anak stunting dirinya selalu menyediakan stok sembako di dalam bagasi mobilnya. Dimana dirinya selalu membawa beras, telur dan susu yang diberikan kepada warga kurang mampu yang memiliki balita, itu salah satu cara Rida menangani stunting.

Baca Juga  Jadwal Sekolah di Payakumbuh Menunggu SK Walikota

Menurutnya, masalah stunting perlu ditangani dengan serius. Karena anak-anak usia balita harus dipenuhi asupan gizinya supaya bisa tumbuh dan kembang dengan seimbang. Bila tidak maka akan terganggu dan mereka juga yang akan kesulitan di kemudian hari. Seperti mudah terkena penyakit, tak kalah pentingnya juga hal serupa berlaku untuk ibu hamil.

“Kita di pemerintah kota saat ini fokus menangani stunting, saya mengajak tiap kepala OPD, kepala bagian, camat, dan lurah untuk mengangkat anak asuh, dan setiap hari kami di kantor mengumpulkan sedekah seribu rupiah sebagai cara kami menggalang bantuan swadaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto, dihubungi terpisah, mengatakan, di Kota Payakumbuh cukup banyak anak yang beresiko stunting. Namun dari data yang mengalami stunting saat ini ada sebanyak 472 anak, tersebar di berbagai kecamatan.

Baca Juga  Polisi Payakumbuh Tangkap Pencuri Kotak Amal di Rumah Makan

Dijelaskannya, tindakan yang dilakukan oleh dinas kesehatan melalui puskesmas adalah pemberian makanan tambahan seperti biskuit, pemberian pangan lokal seperti kacang padi, gula dan telur. Kemudian, juga pembinaan pembentukan pos gizi di setiap kelurahan dengan kegiatan membuat contoh menu untuk balita dan langsung diberikan kepada balita selama 10 hari dan dipantau selama 10 hari tersebut. Lalu, edukasi dan pemantauan pemberian ASI eksklusif kepada usia bayi 0 sampai 6 bulan dan menyelenggarakan kegiatan kelas ibu balita.

“Kepada anak yang stunting juga dilakukan penimbangan berkala dan dievaluasi apakah dari mereka ada yang menderita penyakit. Nanti ditindaklanjuti dengan pemberian layanan kesehatan sesuai penyakit yang diderita. Kepada orang tua anak, kita juga melakukan penyuluhan terkait dengan gizi anak dan gizi ibu menyusui. Mereka diberikan perhatian ekstra, selalu dibawa ke posyandu dan anak diberikan imunisasi,” ucapnya. 207