SAWAHLUNTO – Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Sawahlunto berlangsung khidmat dihadiri walikota , Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), Kepala Dinas Kependidikan, Ketua DPW AGPAII Sumatera Barat, Ketua DPD AGPAII Kota Sawahlunto, serta seluruh guru PAI se-Kota Sawahlunto. Tercatat sebanyak 110 guru PAI hadir dalam momentum penting ini, Selasa (30/9).
Pada kesempatan tersebut Ketua AGPAII Kota Sawahlunto yang baru dikukuhkan, Doni Warman, S.Pd.I, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas amanah yang diberikan dia menegaskan bahwa AGPAII adalah rumah bersama bagi seluruh guru PAI untuk saling berbagi, berkolaborasi, dan mengembangkan diri. “Kita dipilih bukan karena pintar, tapi karena ada amanah yang harus dijalankan,”ungkap dia.
Dibagian lain Ketua DPW AGPAII Provinsi Sumatera Barat, Rimelfi, S.Pd.I, MM, M.A, mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus DPD AGPAII Kota Sawahlunto, ia menyampaikan bahwa dari 77 organisasi profesi yang mendaftar, baru 6 organisasi yang resmi terdaftar di Kemdikdasmen, termasuk AGPAII di dalamnya,” sehutnya.
Kakankemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, dalam sambutannya ia memaparkan data guru PAI di Sawahlunto, yakni sebanyak 73 orang yang sudah bersertifikasi dengan rincian 63 orang PNS, 10 orang PPPK, 10 orang sedang berproses PPG batch II, 8 orang belum mengikuti PPG karena belum sampai dua tahun dinas.
Tak hanya itu Dr. Dedi Wandra juga sampaikan dari 110 orang ini hanya 18 orang yang baru melanjutkan pendidikan S2 atau S3. Dr. Dedi Wandra mengajak agar guru-guru terus semangat untuk meningkatkan kompetensi dengan terus menimba ilmu.
“Untuk menjamin mutu, tunjangan sertifikasi guru PAI tidak ada yang dipotong dan tidak tertunda. Bahkan, kami menganggarkan Rp4 miliar setiap tahunnya untuk guru PAI,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa jumlah guru PAI di Sumatera Barat mencapai 12 ribu orang, lebih banyak dibandingkan jumlah pegawai Kemenag yang hanya 10 ribu, menandakan perhatian Kemenag terhadap guru PAI sangat besar.
Acara secara resmi dibuka Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra, dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru agama memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak bangsa. Ia mengingatkan agar guru PAI terus mengarahkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam penggunaan media sosial yang berlebihan. “Pendidikan agama bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga membangun karakter, akhlak, dan nilai keagamaan yang baik. Pemkot sangat mendukung penguatan program AGPAII seperti pelatihan dan pengembangan kapasitas guru,” tandas Wako Riyanda.
Pengukuhan ini menjadi langkah awal AGPAII Kota Sawahlunto untuk semakin memperkuat peran guru PAI dalam dunia pendidikan, masjid, maupun lingkungan masyarakat, sejalan dengan program pemerintah menuju smart governance,” pungkasnya.(sbd)












