Padang  

Pengabdian kepada Masyarakat, FT UNP Rancang Mesin Penggiling Kohe Kambing

 Mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik menjadi solusi bagi petani dalam mengolah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia

PAINAN – Mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik menjadi solusi bagi petani dalam mengolah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hal ini, Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Mesin Penggiling Kohe Kambing untuk Pembuatan Pupuk Tanaman” di Nagari Asam Kamba, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Sabtu (6/9).

Diketuai Eko Indrawan dengan anggota Rifelino dan Fiki Efendi dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT) UNP, dalam kegiatan itu tim LP2M UNP menyerahkan mesin penggiling kohe (kotoran hewan) kambing hasil inovasi laboratorium teknik mesin kampus tersebut.

Baca Juga  Sejak Kemarin Hingga Kini, Sudah 14 Kali Gempa Guncang Padang

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani dalam mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik bernilai guna tinggi,” kata Eko.

Dia mengatakan, mitra utama dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Badunsanak yang diketuai oleh Nofrimil. Kehadiran kelompok tani ini memperkuat upaya pengembangan teknologi tepat guna agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, katanya, tim LP2M UNP tidak hanya menyerahkan mesin penggiling kohe kambing hasil inovasi laboratorium Teknik Mesin, tetapi juga memberikan pelatihan teknis tentang penggunaan dan perawatan mesin, sekaligus pendampingan manajemen produksi pupuk organik.

“Para petani juga mendapat pembekalan mengenai strategi pengembangan usaha dan pemasaran produk pupuk untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil olahan mereka,” katanya.

Eko juga menjelaskan bahwa program ini adalah kontribusi nyata perguruan tinggi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Baca Juga  Semarak HUT Ke-81 RI, UNP Gelar Upacara Bersama 12 Ribu Mahasiswa Baru

“Kami berharap teknologi ini menjadi solusi bagi petani dalam mengolah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Badunsanak, Nofrimil mengapresiasi dukungan dari UNP ini.

“Mesin ini akan membantu kami mengoptimalkan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Kami siap memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat Nagari Asam Kamba. Dengan dukungan UNP, teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas petani dan dapat direplikasi di daerah lain dengan potensi pertanian serupa. (wy)