Limapuluh Kota – Peningkatan pemahaman serta mampu mengimplementasikan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) yang baik agar terwujudnya peningkatan pelayanan publik yang berkualitas, Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Srikandi bagi admin di seluruh Perangkat Daerah setempat.
Bimtek itu dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota, diwakili Sekretaris Daerah Widya Putra dan didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Radimas dan seluruh Pejabat Administrator Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sekdakab dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan itu, mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atas terselenggaranya Bimtek itu.
“Kami menilai akan terjadi meningkatkan pemahaman kepada aparatur yang bertanggung jawab dalam memperlakukan arsip yang baik dan benar setelah Bimtek ini. Aplikasi Srikandi yang dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan kearsipan yang jadi pendukung tata kelola pemerintahan berbasis elektronik,” ujarnya, Senin (5/12).
Menurutnya, aplikasi Srikandi sangat diharapkan dapat diimplementasikan di Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga akan jadi lompatan besar bagi daerah dalam rangka penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Aplikasi Srikandi tentunya akan mempercepat pekerjaan, meningkatkan kinerja, produktivitas, efektivitas serta memudahkan mengakses informasi. “Kami tegaskan bahwa Bimtek hari ini dapat berjalan maksimal. Sehingga aplikasi Srikandi dapat kita implementasikan di Kabupaten Limapuluh Kota,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Limapuluh Kota Radimas, memaparkan, bahwa salah satu tupoksi Dispusip adalah penyelenggaraan, penyediaan, pengembangan, pembinaan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi penyelenggaraan kearsipan bagi admin pengelola arsip di seluruh Perangkat Daerah Pemkab Limapuluh Kota.
“Bimtek Srikandi menghadirkan narasumber yang berasal dari Arsip Nasional Republik Indonesia, yakni Arsiparis Ahli Madya Hafid Furqon dan Priyono Widodo. Sedangkan Bimtek Srikandi dilaksanakan selama dua hari dengan peserta berjumlah 50 orang. Melalui Bimtek ini, kita berharap akan tercipta admin Srikandi yang memiliki kompetensi untuk mengelola arsip di masing-masing Perangkat Daerah yang berbasis digital,” ucapnya. 207












