BATUSANGKAR – Pembangunan 28 unit Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh telah rampung.
Ke-28 unit yang tersebar di dua titik berdekatan, masing-masing 20 unit dan 8 unit, berlokasi di kawasan intake PLTA Singkarak.
Setiap ruangan berukuran 4,5 x 4,5 meter, dilengkapi fasilitas toilet dan MCK, serta taman bermain anak.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dampingi Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly bersama OPD terkait meninjaunya kemarin.
Huntara tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Andre Rosiade mengatakan seluruh pembangunan Huntara di Sumatera Barat yang dikelola melalui program Danantara dipercayakan kepada PT Nindya Karya sebagai pelaksana. Ia juga menegaskan adanya peningkatan spesifikasi bangunan sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Insyaallah seluruh pekerjaan fisik selesai saat ini sekaligus dengan pengisian furnitur. Huntara ini direncanakan diresmikan pada Senin, 2 Februari 2026. Kami juga akan membantu bingkisan sembako bagi penghuni,” ujar Andre.
Ia menambahkan pembangunan Huntara tidak hanya dilakukan di Kabupaten Tanah Datar, tetapi juga secara serentak di Kabupaten Agam sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan pasca bencana di Sumatera Barat.
Andre juga berpesan kepada pemerintah daerah agar menjaga fasilitas yang telah dibangun serta berharap para korban bencana dapat tinggal dengan tenang sembari menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap).
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade serta pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi pasca bencana berjalan dengan baik sesuai amanat Presiden,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan Huntara ini dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali hidup tenang dan bangkit dari keterpurukan.
Di kesempatan yang sama, Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, melaporkan bahwa pembangunan 28 unit Huntara tersebut telah berlangsung selama tujuh hari dengan progres mencapai 90 persen.
“Setelah pembangunan fisik rampung, kami segera melakukan pengisian fasilitas rumah. Setiap unit akan dilengkapi kasur, kipas angin dan lemari,” jelasnya. (ydi)












