Telusuri Sejarah, Mahasiswa Unand, Berkunjung ke Pelindo Regional 2 Teluk Bayur

PADANG-Puluhan mahasiswa Universitas Andalas Padang, melakukan kunjungan ke PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur, Kamis (27/7/2023).

Kunjungan itu mengusung tema Musim Panas tentang Praktik Berkelanjutan di Industri Semen: Membangun Masa Depan Hijau.

Kunjungan  disambut hangat oleh
manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) 
Regional 2 Teluk Bayur  
di Ruang Baruna Sasana Karya (BSK).

Kunjungan itu dihadiri sekitar 40 (empat puluh) mahasiswa dan pendamping. Mereka terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas 1  orang, dari Universitas Malaysia 2 orang. Dari Universitas Hassanudin yang berasal dari Mesir dan Palestina, dan 1  orang dari Kanazawa University yang berasal dari negara Myanmar yang bertamu ke Universitas Andalas.

Dalam kegiatan ini Nofriyanto selaku Supervisor Komersial memaparkan tentang Peelabuhan dan Pelindo secara umum. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh mahasiswa.

Untuk memeriahkan suasana, MC mengajak semua mahasiswa main tebak-tebakan lewat games online. Untuk yang menang  mendapatkan souvenir sangat menarik dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur.

Baca Juga  Bukan Sekadar Tempat Buku, Pemprov dan Perpusnas RI Pacu Perpustakaan di Sumbar Jadi Motor Ekonomi Warga

Selain itu seluruh mahasiswa juga diajak langsung ke dermaga pelabuhan guna melihat aktivitas yang ada

Wildani selaku mahasiswi Teknik mengatakan sangat bangga sekali berada di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur.  Karena berkunjung ke sana  salah satu impiannya. Di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), dia bisa  melihat kerja pelabuhan dengan baik secara langsung.

“Selama ini saya hanya mendengar nama pelabuhan Teluk Bayur lewat sebuah lagu. Sekarang saya berada di sini (pelabuhan) secara langsung. Saya sangat senang dan bangga,” ujar Wildani.

Tentang Pelindo

Pelabuhan Teluk Bayur Padang,
Terletak ± 7 km dari Selatan Kota Padang yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pelabuhan Teluk Bayur yang sebelumnya bernama Emmahaven dibangun pada 1893 di Kota Padang oleh pemerintah Hindia Belanda.

Baca Juga  Hasilkan Berbagai Produk Kreatif, Rektor Unand Kunjungi Mahasiswa KKN di Nagari Sariak

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pelabuhan samudera yang terbuka untuk kegiatan perdagangan internasional di provinsi Sumatera Barat. Pelabuhan ini memiliki beberapa kawasan yang merupakan sentra kegiatan ekonomi di Sumatera Barat meliputi Muara Padang dan Air Bangis.

Pelabuhan ini melayani berbagai jenis komoditas seperti batu bara, semen, clinker, minyak kelapa sawit, kayu manis, teh, moulding, furniture, dan karet, yang merupakan komoditas ekspor unggulan untuk benua Amerika, Eropa, Asia, Australia dan Afrika.

Saat ini, kontribusi utama PDRB Sumatera Barat berasal dari Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (24,84%); Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor (14,68%); serta Transportasi dan Pergudangan (12,05%).

Pelabuhan Teluk Bayur berlokasi  di Jl. Jalan Semarang No. 3 Teluk Bayur, Sumatera Barat, 25217. Rel