PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang terus mendorong percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan studi banding ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk mempelajari implementasi program Smart City yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) itu dipimpin Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, bersama Mulyadi Muslim serta rombongan legislator lainnya.
Kedatangan mereka disambut Kepala Bidang Aplikasi Informasi Diskominfo Kota Depok, Denhas Ary Wibowo, yang memaparkan berbagai inovasi digital yang telah diterapkan Pemerintah Kota Depok.
Rafdi mengatakan, terdapat sejumlah inovasi yang menjadi perhatian DPRD Kota Padang karena dinilai relevan untuk diterapkan dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami ingin mempelajari bagaimana Kota Depok memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah,” ujar Rafdi.
Salah satu inovasi yang menjadi fokus pembahasan adalah penerapan sistem elektronik dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, digitalisasi transaksi mampu meminimalkan potensi penyimpangan serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Ia menilai keberhasilan tersebut tercermin dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok yang telah melampaui 50 persen pada semester pertama tahun anggaran berjalan.
Selain itu, rombongan DPRD Kota Padang juga mempelajari Depok Single Window (DSW), sebuah platform layanan publik terpadu yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah melalui satu aplikasi.
Dengan sistem tersebut, berbagai kebutuhan administrasi dapat dilakukan secara digital melalui telepon pintar tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Menurut Rafdi, konsep layanan terintegrasi seperti DSW menjadi contoh yang dapat dikembangkan di Kota Padang guna memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, DPRD Kota Padang juga menaruh perhatian terhadap inovasi digital yang diterapkan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
“Digitalisasi tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan efektivitas kerja ASN sehingga pelayanan publik menjadi lebih optimal,” kata Rafdi.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat harus dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai momentum untuk mempercepat transformasi birokrasi menuju pemerintahan yang modern dan berbasis data.
“Kami optimistis berbagai inovasi yang telah diterapkan Kota Depok dapat menjadi inspirasi dan diadaptasi di Kota Padang agar pelayanan publik semakin berkualitas dan tata kelola pemerintahan semakin baik,” tutup Rafdi. (*)












