PARIAMAN — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menjadi tuan rumah Jambore Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se-Provinsi Sumatera Barat 2025. Kegiatan ini resmi dibuka di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, pada Senin (2/6/2025).
Wali Kota Pariaman Yota Balad, yang hadir membuka acara tersebut, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradaban bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, pendidikan nonformal menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal, namun tetap memiliki semangat untuk belajar dan berkembang.
“Salah satu bentuk pendidikan nonformal adalah pendidikan kesetaraan, yang diwujudkan melalui program Paket A, B, dan C. Dalam proses ini, peran tutor dan pamong belajar sangat vital. Mereka adalah garda terdepan yang dengan penuh dedikasi membimbing peserta didik mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” ujar Yota.
Pariaman menjadi tuan rumah kedua setelah Kabupaten Sijunjung. Jambore kali ini mengusung tema “Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Hebat dalam Pendidikan Kesetaraan.”
Wali Kota juga mengingatkan bahwa jambore ini hendaknya tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar SKB, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kapasitas, kompetisi yang sehat, serta peningkatan motivasi baik bagi pendidik maupun peserta didik.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat, dan memperkuat peran pendidikan nonformal dalam membangun Sumatera Barat yang lebih cerdas, adil, dan inklusif,” harapnya.
Jambore SKB Tahun 2025 ini digelar selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Juni 2025, dan diikuti oleh 14 SKB dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat.
Berbagai kegiatan turut meramaikan jambore ini, antara lain pertandingan futsal, tenis meja, solo song, dan tarik tambang. Acara pembukaan ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari SKB Kabupaten Padang Pariaman—juara umum Jambore SKB Tahun 2024—kepada Wali Kota Pariaman, yang selanjutnya diserahkan kepada SKB Kota Pariaman selaku tuan rumah.
Jambore SKB ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat sinergi antar lembaga pendidikan nonformal, serta membangun semangat kolaborasi dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan kesetaraan di Sumatera Barat. (agus)












