PADANG – Kondisi memprihatinkan Pantai Gajah di belakang Kampus UNP yang tertutup tumpukan kayu sisa banjir bandang memicu reaksi keras dari parlemen.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan tidak akan tinggal diam melihat wajah pesisir ibu kota provinsi ini terbengkalai.
Muharlion berjanji segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang untuk menuntaskan pembersihan material kayu yang kini mulai mengancam aktivitas nelayan dan merusak estetika kawasan wisata tersebut.
Ketua DPRD Kota Padang itu menyatakan kesiapannya untuk mengawal isu ini hingga tuntas. Ia mengakui bahwa tumpukan kayu berukuran kecil yang mengering di bibir pantai sangat mengganggu pemandangan dan fungsi pesisir.
“Ya, kita akan lakukan koordinasi dengan DLH Kota Padang terkait sampah kayu yang masih ada di sepanjang pantai, mulai dari Kecamatan Padang Utara hingga Kecamatan Koto Tangah,” ujar Muharlion dengan tegas, Kamis (22/1/2026).
Muharlion menekankan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Keberadaan kayu-kayu tersebut kini menjadi momok bagi nelayan setempat. Mereka kesulitan menyandarkan perahu karena khawatir terhantam kayu saat ombak pasang, belum lagi masalah jaring yang kerap tersangkut material tersebut.
Sebagai langkah cepat, Muharlion tidak hanya mengandalkan DLH, tetapi juga mendorong aksi nyata dari jajaran kecamatan. Ia meminta para camat untuk lebih peka dan mampu menggerakkan potensi masyarakat dalam menangani masalah lingkungan ini secara mandiri sebelum bantuan alat berat datang.
“Salah satu cara yang bisa dilakukan saat ini adalah mengajak warga bergotong royong membersihkan sampah di pantai. Nanti akan saya koordinasikan dengan camat setempat,” tambah politisi senior ini.
Langkah Muharlion ini disambut baik oleh warga sekitar yang merasa kawasan dekat lingkungan kampus UNP tersebut seperti terlupakan. Warga berharap, melalui intervensi Ketua DPRD, Pantai Gajah bisa kembali bersih dan nyaman dikunjungi seperti sedia kala.
DPRD Kota Padang berkomitmen untuk memastikan masa pemulihan pascabencana berjalan merata di seluruh wilayah pesisir. Muharlion memastikan akan terus memantau progres koordinasi ini hingga pantai benar-benar bersih dari sisa material banjir bandang. (*)












