Agam  

Pagi Ini, Gunung Marapi Kembali Erupsi

AGAM – Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Kamis (26/3/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08:28 WIB, sebagaimana dilaporkan oleh petugas pemantau gunung api.

Erupsi Gunung Marapi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berdurasi sekitar 27 detik. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual.

Petugas pengamatan gunung api, Teguh Firmansyah, menyampaikan bahwa aktivitas vulkanik masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga  35 Pendaki Tengah Dievakuasi dari Gunung Marapi

Sehubungan dengan aktivitas tersebut, sejumlah rekomendasi penting disampaikan kepada masyarakat. Warga, pengunjung, maupun pendaki dilarang memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat terjadi hujan.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain guna melindungi mata dan kulit. Jika terjadi hujan abu, masyarakat juga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu agar tidak menimbulkan beban berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan.

Baca Juga  Jika Hujan Turun, Warga Bukik Batabuah Agam Cemas

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga situasi yang kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Marapi masih terus dipantau oleh petugas guna memastikan perkembangan kondisi terkini. (der)