Parik Malintang – Banjir di Padang Pariaman semakin parah. Ribuan rumah terendam dan, bahkan ada yang hanyut terbawa arus sungai. Bisa dibayangkan berapa banyak warganya yang sekarang tinggal di pengungsian. Mereka butuh tempat tidur. Butuh makan dan selimut. Hampir semua butuh bantuan pakaian karena sudah seminggu tidak bisa mencuci dan menjemur baju dan celananya.
Akibat tingginya curah hujan sejak Rabu malam hingga Kamis (27/11) dini hari, membuat arus sungai semakin deras dan meluap tinggi. Jauh lebih tinggi dari beberapa hari sebelumnya, sehinga jumlah wara yang terdampak terus bertambah. Sudah ribuan rumah terendam dan, bahkan ada yang terjatuh dan hanyut terbawa arus.
Sekaitan kejadian itu, Tim SAR BPBD bersama-sama dengan aparat TNI dan Polri, serta ribuan masyarakat berbajibaku membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Banyak perahu karet, tapi jauh dari cukup.
“Karena luas dan banyaknya yang daerah banjir, kita jadi kekurangan perahu karet,” kata Bupati John Kenedy Azis.
John Kenedy Azis yang dari pagi hingga sore, dan bahkan sampai malam berada di lapangan, menyebutkan kondisi Padang Pariaman kini cukup parah. Selain banyaknya warga yang terdampak, pasilitas umum juga tidak sedikit yang rusak. Infrastruktur, seperti jalan banyak yang terban dan tertimbun longsoran. Begitu pula jembatan.
Dari beberapa jembatan yang amruk ke dasar sungai, ada tiga yang besar. Yaitu Jembatan Koto Buruak yang panjangnya sekitar 130 meter. Kemudian jembatan Anduriang, lebih panjang lagi, sekitar 150 meter dan, kemudian Jembatan PLTA Asam Pulau yang juga tidak kalah panjang, lebih pula dari 100 meter.
Menurut John Kenedy Azis, Jembatan Koto Buruak, Lubuak Aluang amruk pada Kamis pagi. Ambruk pada saat salah seorang ibu yang bermaksud hendak mengantar anaknya ke sekolah melintas diatasnya. Ibu dan si anak ikut terjatuh. Si Anak berhasil menyelamatkan diri dari derasnya arus sungai dengan berenang. Sementara si ibu, hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian.
Pemerintah belum bisa menghitung, berapa kerugian terkait bencana yang telah menghantam Padang Pariaman sejak beberapa hari lalu itu. Yang pasti, tidak sedikit rumah warga dan fasilitas umum, termasuk gedung sekolah yang rusak. Ruas jalan yang terban dan tertimbun material longsor serta jembatan yang putus. Terus, ditambah lagi banyaknya lahan pertanian masyarakat yang tertimbun dan gagal panen.
Sekarang, menurut John Kenedy Azis, pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan masyarakat berusaha bagaimana menyelamatkan warga yang terdampak. ” Terkait dengan penanganan bencana, kami juga telah mendirikan 30 dapur umum,” aku bupati. Sembari menyebutkan bahwa ribuan warga yang terdampak kini sangat butuh bantuan pakaian. Banyak diantara mereka yang sudah tidak punya pakaian.
Enam Warga Meninggal
Sementara siang kemarin petugas dan masyarakat Kayutanam telah menemukan enam warga dalam kondisi meninggal di aliran Sungai Batang Anai. Jenazah yang belum diketahui identitasnya itu terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.
“Sekarang masih dalam proses identifikasi,” kata Wakapolres Padang Pariaman, Kompol Indra kepada Singgalang, Kamis (27/11) sore.
Menurut Wakapolres, karena belum ada warga Padang Pariaman yang mengaku kehilangan anggota keluarga, maka diduga empat korban meninggal yang ditemukan di Anduriang itu adalah warga Tanah Datar yang hanyut terbawa arus sungai.
“Kita tunggulah hasil identifikasinya,” ujar Wakapolres Indra. (drm)












