Limapuluh Kota – Komitmen Pemkab Limapuluh Kota untuk menurunkan angka pengangguran didaerah itu serta meningkatkan kompetensi kerja patut didukung bersama. Bahkan berbagai upaya juga dilakukan untuk mewujudkan program itu, termasuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada wartawan, Minggu (15/1), menyampaikan, salah satu upaya mendasar dan strategis Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dalam menurunkan tingkat pengangguran serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja adalah dengan menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang, agar tenaga kerja dapat mengembangkan kompetensi kerja, meningkatkan produktivitas kerja, disiplin sikap dan etos kerja yang berkaitan dengan teknologi tepat guna, pengembangan kewirausahaan serta berbagai keterampilan pendukung lainnya. “Melalui MoU dengan berbagai pihak ini, diharapkan terciptanya tenaga kerja siap pakai yang memiliki skill mumpuni. Tidak hanya nanti bisa digunakan masuk ke dunia kerja, tetapi juga harus bisa membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Atas upaya yang dilakukan itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Ida Fauziyah, apresiasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang komit untuk menurunkan angka pengangguran serta peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di daerah. Hal itu disampaikan setelah menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemnakertrans melalui Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Budi Hartawan dengan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.
Selain Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Jambi, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Halmahera Selatan, di momen yang sama turut ikut dalam penandatanganan MoU tentang peningkatan kompetensi dan pemberian bantuan modal bagi lulusan pelatihan itu. Dalam Nota Kesepakatan tersebut dimaksudkan sebagai landasan kerjasama bagi para pihak dalam rangka sinergi pelatihan untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Seperti pemuda, masyarakat desa, pencari kerja dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pemberian modal bagi lulusan pelatihan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Menurut bupati, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ida Fauziyah, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Limapuluh Kota itu. Apalagi pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap tingkat pengangguran di Indonesia, utamanya pada awal pandemi di tahun 2020 lalu.
“Namun, dengan upaya kolaborasi yang tercipta antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah di tahun 2021, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mengalami penurunan. Berdasarkan data dari BPS, tingkat pengangguran di 2021 menyentuh 5,8 persen, yang sebelumnya di tahun 2020 berada di angka 6,2 persen. Penurunan angka pengangguran bukan hanya prestasi Pemerintah Pusat, tetapi kontribusi Pemerintah Daerah cukup signifikan dalam upaya penurunan tingkat pengangguran,” tambah bupati, mengutip menakertrans.
Dikatakan, Indonesia saat ini mengalami bonus demografi, dengan artian jumlah penduduk usia produktif yaitu 15 sampai 64 tahun. Dimana lebih besar jumlahnya di banding usia tidak produktif, dan ini harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusianya.
“Kita masih memiliki pekerjaan berat yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan pemulihan ekonomi kita dan karena hal itu Kementrian Tenaga Kerja melalui dinas dinas terkait di tuntut melalukan langkah-langkah yang inovatif dalam upaya membangun, mengembangkan pelatihan vokasi yang mencetak tenaga kerja yang Kompeten dan berdaya saing. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi penandatangah MoU dengan kemnakertrans ini,” katanya. 207












