Padang  

Mediasi Kericuhan di Padang Sarai, Walikota Fadly Amran Tegaskan Bukan Persoalan SARA

PADANG – WaliKota Padang Fadly Amran hadir langsung memediasi kericuhan yang terjadi di Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah, Minggu (27/7).

Sebelumnya diberitakan terjadi kericuhan akibat dibubarkannya aktivitas ibadah dan pendidikan agama di sebuah rumah milik jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia, Minggu sore, oleh sejumlah warga RT 03/ RW 09. Akibat pembubaran ini 2 orang dikabarkan terluka.

Pendeta Dachi menyampaikan bahwa intinya terjadi kesalahpahaman di antara warga yang mengira bahwa rumah yang digunakan sebagai tempat pendidikan agama kristen itu dianggap sebagai gereja.

Baca Juga  Sidak Usai Libur Lebaran, Sekda Andree Berterimakasih Kepada ASN

“Sebagian warga menganggap rumah tempat pendidikan agama bagi anak-anak kristen yang kita bina ini adalah gereja. Padahal bukan,” ujarnya.

Pada pertemuan mediasi yang diselenggarakan di Kantor Camat Koto Tangah, Minggu (27/7) malam, telah dicapai kesepakatan antara kedua belah pihak yang bertikai.

Usai rapat mediasi Fadly Amran menyampaikan penyesalannya atas peristiwa yang terjadi di Kelurahan Padang Sarai.

“Pertama, kita harus memahami lukanya perasaan saudara-saudara kita yang mengalami tindakan pengerusakan bahkan juga sampai ada korban luka. Dan ini bukan perselisihan agama, tetapi murni insiden kesalahpahaman. Dan itu sama-sama kita dengar tadi dalam mediasi,” tegas Fadly Amran.

Baca Juga  Mendagri Larang ASN Buka Bersama dan Open House

Ditambahkannya, untuk kesalahpahaman sudah selesai. Bahwa insiden ini tidak terkait SARA, untuk tindakan yang masuk ranah pidana ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Pada kesempatan itu turut hadir Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang, Prof. Salmadanis. (Wal)