Maxim Sampaikan Tanggapan terhadap Demo Ojol di DPRD Sumbar

PADANG – Maxim Indonesia selaku perusahaan penyedia layanan transportasi daring mengajukan tanggapan atas pemberitaan di Topsatu.com dalam artikel berjudul Buruh dan Ojol Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, Tuntut 10 Poin Kesejahteraan.

Melalui pesan elektronik yang diterima, Senin (14/9), Dirhamsyah selaku Direktur Pengembangan Maxim Indonesia mengungkapkan bahwa program Turbo merupakan program bonus yang bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi. Oleh karena itu, pengemudi tetap dapat menerima pesanan dan memperoleh penghasilan tanpa mengikuti program tersebut.

Saat ini, program Turbo masih dalam tahap uji coba dan hanya tersedia bagi mitra yang ingin mendapatkan prioritas lebih tinggi selama tiga jam dengan biaya tertentu. Program ini juga dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu.

Baca Juga  Agam Siap Cetak 1.000 Entrepreneur Muda Baru

Mengenai komisi aplikasi, Dirhamsyah menegaskan bahwa Maxim telah menerapkan komisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan besaran berada pada rentang 0–8%. Sementara itu, biaya platform telah diperhitungkan dalam tarif perjalanan dan tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra pengemudi. Biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, serta pengembangan teknologi dan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi agar dapat beroperasi dengan baik.

Terkait harga perjalanan, pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan dapat memperoleh penghasilan di atas rata-rata. “Oleh karena itu, kami akan terus menjaga tarif perjalanan tetap terjangkau bagi pelanggan, sekaligus memberikan kesempatan kepada mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan selama mereka bersedia dan aktif bekerja,” katanya.

Baca Juga  List Pinjol yang Punya DC Lapangan 2024, Jabodetabek Merata?

Sebelumnya, driver ojek online berunjukrasa di DPRD Sumbar, baru-baru ini. Salah satu poin utama yang disuarakan oleh para pengemudi ojek daring, khususnya mitra Maxim, adalah desakan untuk menghapus kebijakan potongan aplikator sebesar delapan persen karena dianggap menggerus pendapatan harian mereka.

Selain itu, massa juga menuntut penghapusan fitur “Turbo” pada aplikasi yang dinilai merugikan pengemudi. (rel)