Ragam  

Makan Ubi Rebus di Hutan Bambu

Inilah hutan bambu yang eksotik di Kyoto. Bambu jadi obyek wisata, Jepang punya kisah (foto seruni)

Danau purba yang terbentuk sekitar 6 juta tahun lampau itu, airnya biru. Sepagi ini belum ada aktivitas di danau terluas di Jepang itu.

Sebenarnya bagus naik kapal di sini, raun-raun, tapi ini musim dingin, maka danau sepanjang 63,49 Km dan lebar 22,8 Km itu saya patut-patut saja dari ruangan sarapan pagi ini. Kalau saja gempa. Alhamdulillah tidak.

Sambil sarapan itu di meja kecil dua kursi, danau tampak tenang. Di luar dingin, di dalam hangat dengan sepotong roti dan segelas kopi. Turis duduk di sebelah menyebelah saya menikmati sarapan kesukaannya.

Usai sarapan, saya ke lobi memperhatikan rombongan demi rombongan wisatawan menyeret koper besarnya. Putri saya cigin ke tepi danau, menyalurkan hobi dan mata pencahariannya, memotret alam. Hasilnya memang bagus.

Hotel berbintang ini, nyaman, berjendela besar, menghidangkan pemandangan yang menarik, tapi salju sedang turun. Orang tropis berwisata ke daerah bersalju, gila menggerutu kedinginan saja, namun di sana pula enaknya, asal jangan galigato saja.

Ini Jumat (18/1) masih ada sisa waktu saya di Jepang, negara kepulauan di Asia Timur itu, yang mobil dan motornya berjumlah sekitar 100 juta unit dipakai rakyat Indonesia. Di sini nyaris tak ada yang pakai motor. Banyak yang menggunakan sepeda. Motor mereka buat, lalu dijual. Mobil-mobil mewah dibuat lalu dijual. Di sini city car ber-cc rendah terlihat banyak. Kepandaian mereka menghasilkan uang, kita pandai bawa motor. (tamat)