LKAAM Sumbar dan Polda Perkuat Sinergi Cegah Narkoba, LGBT, Tawuran hingga Balap Liar

Ketua LKAAM Sumbar Bersama Dirintelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan serta Bundokanduang membagikan nasi kotak kepada masyarakat usai silaturahmi LKAAM dan Dirintelkam Polda Sumbar, Jumat (28/8). (Bambang)

PADANG – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat memperkuat sinergi strategis bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya pencegahan dan pemusnahan berbagai penyakit masyarakat (pekat) yang kian mengancam generasi muda di Minangkabau.

Langkah nyata tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumbar yang baru, Kombes Pol Riki Kurniawan, ke markas LKAAM Sumbar. Pertemuan ini menjadi momentum awal penyatuan visi antara jajaran kepolisian dan para tokoh adat dalam menjaga ketertiban umum.

Ketua LKAAM Sumbar, Dr. Fauzi Bahar, menegaskan bahwa pertemuan ini berfokus pada penyelarasan program aksi nyata di lapangan. Fokus utama pencegahan menyasar empat isu krusial: penyalahgunaan narkotika, aksi balap liar, tawuran antarremaja, hingga maraknya pergerakan LGBT di wilayah Sumatra Barat.

Fauzi Bahar menyoroti ancaman nyata narkoba yang kian mengkhawatirkan karena mayoritas korbannya adalah anak kemenakan (generasi muda Minangkabau). Ia mengapresiasi ketegasan jajaran kepolisian yang telah beberapa kali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan dalam jumlah besar.

Baca Juga  Tim Bonus Liner Semen Padang Siap Bersaing dengan Tim Inovasi Berbagai Negara

Menurut mantan Wali Kota Padang tersebut, penyelamatan generasi muda tidak bisa ditawar lagi. Jika barang haram dan perilaku menyimpang tersebut dibiarkan meluas tanpa pencegahan masif, maka dampak kerusakan sosial bagi masa depan Sumatra Barat akan sangat masif dan memprihatinkan.

Dari sisi kepolisian, Dirintelkam Polda Sumbar Kombes Pol Riki Kurniawan menyampaikan bahwa Direktorat Intelijen Keamanan mengambil peran kunci pada tataran tindakan preventif. Pendekatan pencegahan dini dipandang sebagai langkah paling efektif sebelum tindak kejahatan terjadi.

Polda Sumbar menilai peran lembaga adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang sangat vital karena memiliki legitimasi sosial serta kepercayan tinggi di mata masyarakat Minangkabau. Melalui pengaruh ketokohan adat, pesan-pesan edukasi moral dan hukum dipercayai akan lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan warga.

Baca Juga  Ketua LKAAM Sumbar : Seluruh Ninik Mamak di Sumbar Harus Terdaftar jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Sinergi ini dirancang melalui diskusi berkala dan evaluasi berkelanjutan untuk merumuskan metode edukasi publik yang paling tepat. Pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal diharapkan dapat menjangkau para remaja hingga ke tingkat nagari dan korong.

Melalui kemitraan erat dengan para niniak mamak dan bundo kanduang, Polda Sumbar optimistis masyarakat akan lebih terbuka dalam mendengar serta mematuhi imbauan kamtibmas. Langkah preventif ini diharapkan memagari *anak kemenakan*, saudara, dan keluarga dari jeratan aktivitas negatif.

Kolaborasi berkelanjutan antara Polda Sumbar dan LKAAM ini diharapkan menjadi benteng pertahanan sosial yang kokoh. Gerakan bersama ini menjadi komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan Sumatra Barat yang aman, kondusif, dan bebas dari ancaman pekat. (benk)